10 Baju Tradisional Jepang yang Bisa Kamu Sewa Untuk Pemotretan

10 Baju Tradisional Jepang yang Bisa Kamu Sewa Untuk Pemotretan

Apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata ‘baju tradisional Jepang’? Kebanyakan orang akan menjawab ‘kimono’. Jawaban tersebut memang tidak salah. Benar adanya bahwa kimono merupakan baju tradisional Negeri Sakura. Namun, sama seperti Indonesia, Jepang ternyata memiliki lebih dari satu baju tradisional.

Kimono hanyalah salah satu dari sederet baju tradisional yang dikenakan warga Jepang. Negara ini sendiri memiliki beragam jenis baju tradisional lain untuk dikenakan di berbagai acara yang berbeda. Berbeda warna, nama baju tradisionalnya pun akan berbeda.

Sudah bukan rahasia jika Jepang merupakan negara dengan akar budaya yang kuat. Baju tradisional pun memiliki sentuhan budaya yang jelas melekat erat padanya. Tema acara, warna, dan pemakai baju tradisional pun ditentukan di negara ini. Jika kamu penasaran, simak ulasan tentang baju tradisional Jepang berikut ini.

Baju Tradisional Wanita Jepang

Kimono merupakan baju tradisional Jepang yang paling terkenal seantero dunia. Namun, terdapat juga baju tradisional wanita Jepang lain yang secara sekilas mungkin tampak seperti kimono. Berikut ini ulasan tentang kimono dan juga baju tradisional lainnya.

Kimono

Baju yang sangat melekat erat dengan Jepang ini memiliki arti ‘sesuatu yang dipakai’. Kata kimono sendiri berasa dari kata ‘ki’ yang berarti memakai dan ‘mono’ yang artinya ‘barang’. Dulunya kimono digunakan sebagai pakaian sehari-hari warga Jepang. Namun, setelah era Meiji dimana pakaian kasual mulai masuk ke Jepang, kimono hanya digunakan saat acara-acara tertentu saja seperti pernikahan, pemakaman, upacara teh, ataupun acara-acara formal lainnya.

Baca Juga :  Cara Menggunakan JR Pass di Jepang untuk Menghemat Ongkos Transportasi

Kimono memiliki corak dan warna yang berbeda. Biasanya corak yang dipilih berwarna-warni dan sangat menarik. Corak ini dibuat dengan berbagai cara; dilukis, di bordir, maupun dengan pewarna tekstil. Bahan kimono pun sangat beragam dengan sutra sebagai bahan yang menduduki peringkat pertama. Harga kimono biasanya sangat ditentukan dari bahan yang digunakan. 

Yukata

10 Baju Tradisional Jepang yang Bisa Kamu Sewa Untuk Pemotretan
Yukata khas jepang / Sumber : Freepik

Yukata merupakan baju tradisional Jepang yang paling sering tertukar dengan kimono di mata para wisatawan asing. Secara sekilas saja, yukata dan kimono memang mirip. Namun, jika di perhatikan lebih detail, yukata berbeda dengan kimono karena absennya penggunaan pakaian lapis dalam pada yukata.

Yukata juga biasanya digunakan pada acara yang tidak formal dan lebih kasual di Jepang seperti acara musim panas atau menonton festival kembang api. Tak jarang, yukata juga dikenakan di onsen. Nama ‘yukata’ sendiri artinya pakaian mandi.

Furisode

‘Furisode’ dalam Bahasa Jepang artinya ‘lengan berayun’. Hal ini dikarenakan panjangnya lengan pada furisode. Hal inilah yang membedakan furisode dengan kimono dan yukata. Lengan furisode bahkan bisa sampai melebihi lutut pemakainya.

Baju tradisional Jepang yang satu ini biasanya dikenakan oleh wanita Jepang yang belum menikah untuk menghadiri upacara kedewasaan. Dulunya, furisode dikenakan juga oleh para pria Jepang. Kini, baju ini cenderung diperuntukkan bagi wanita saja.

Hakama

Hakama merupakan baju tradisional Jepang hasil adaptasi dari kostum imperial China. Hakama berbentuk seperti celana kulot dengan 7 lipatan yang mewakili 7 asas bushido pada samurai. Pakaian ini dikenakan di atas kimono. Pertunjukkan seperti kabuki, noh, dan kendo merupakan acara dimana hakama biasanya dikenakan.

Shiromoku

Shiromoku merupakan kimono yang khusus dikenakan sebagai pakaian pengantin tradisional Jepang. Kimono yang satu ini seluruhnya berwarna putih dan juga panjang.

Baju tradisional wanita Jepang biasanya dilengkapi dengan berbagai aksesoris tambahan yang menjadi bagian krusial pada baju tersebut, misalnya saja obi (ikat pinggang lebar pada kimono). Obi sendiri biasanya satu paket dengan obiage dan obijime. Selain itu, kimono juga biasanya dikenakan dengan alas kaki khusus yang disebut zori atau geta.

Baca Juga :  Mata Uang Jepang Yen dengan Kode JPY dan Simbol ¥ atau JP¥

Baju Tradisional Pria Jepang

Bukan hanya wanita Jepang saja yang memiliki baju tradisional. Pria Jepang pun memiliki ragam baju tradisionalnya sendiri. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, terdapat ragam pakaian tradisional yang dikenakan para pria Jepang di berbagai acara.

Kimono

Bukan hanya milik wanita Jepang, kimono ternyata juga merupakan baju tradisional pria di negara ini. Meskipun bernama sama, kimono yang dikenakan pria jelas berbeda dengan kimono yang dikenakan wanita. Jika kamu sama sekali belum pernah melihat kimono, baju tradisional Jepang ini berbentuk seperti jubah panjang. Kimono pria bisa juga dikenakan dengan hakama (celana yang panjang dan lebar).

Kimono pria biasanya memiliki warna yang cenderung gelap dan monoton dibandingkan kimono wanita. Warna coklat, hijau tua, biru tua, atau hitam biasanya menjadi warna pilihan bagi kimono pria. Selain itu, kimono pria pun sangat minim corak, tidak seperti yang dikenakan para wanita Jepang.

Happi Coat

Seperti namanya, Happi Coat merupakan sejenis mantel tradisional Jepang. Mantel yang satu ini tidak memiliki kancing maupun resleting karena memang digunakan hanya sebagai pelengkap kimono pria. Happi Coat merupakan pelapis luar pada baju tradisional pria tersebut.

Yang menjadi ciri khas Happi Coat adalah ukuran lengannya yang sangat lebar. Pakaian pelapis kimono ini biasanya terbuat dari katun. Di era sekarang, Happi Coat banyak digunakan untuk media publikasi dimana logo keluarga atau perusahaan dijahit di atasnya.

Hanten

Hanten merupakan jaket musim dingin di Jepang. Sebenarnya, Hanten juga dikenakan oleh wanita Jepang. Bentuk hanten mirip dengan kimono dengan lengan lebarnya. Namun, hanten terbuat gumpalan katun sehingga dapat menghangatkan tubuh pemakainya. Pada bagian kerah hanten, satin hitam biasanya umum digunakan.

Baca Juga :  11 Oleh-oleh Khas Jepang : Ragam Buah Tangan dari Tokyo Banana hingga Origami

Sokutai

Sokutai adalah baju tradisional Jepang yang biasa digunakan oleh para aristokrat, kaisar, dan abdi dalam kerjaan. Pakaian ini hanya digunakan saat acara-acara resmi kerajaan dan juga pernikahan. Sokutai sendiri merupakan satu set pakaian yang terdiri dari kanmuri (topi yang cenderung tinggi) dan shaku (tongkat kerajaan).

Jinbei

Jinbei merupakan pasangan dari yukata yang dikenakan untuk menyaksikan festival kembang api. Selain itu, pakaian ini juga biasanya digunakan untuk pakaian tidur bagi pria. Bahan jinbei biasanya terbuat dari katun tipis. 

Alas Kaki Tradisional Jepang

10 Baju Tradisional Jepang yang Bisa Kamu Sewa Untuk Pemotretan
Geta / Sumber : Freepik

Baju tradisional pria tersebut biasanya turut dilengkapi dengan sepatu tradisional ketika dikenakan. Terdapat berbagai macam alas kaki tradisional yang digunakan pria Jepang. Zori merupakan nama alas kaki yang digunakan ketika pria Jepang mengenakan kimono formal. Sandal ini terbuat dari berbagai bahan; jerami, kulit, katun, karet, dan banyak bahan lainnya. Zori biasa dikenakan dengan tabi (kaos kaki).

Untuk penggunaan kimono pada acara yang tidak begitu formal, geta biasanya digunakan. Geta merupakan alas kaki yang berbahan kayu dan memiliki tali yang memisahkan jempol kaki dan jari-jari lainnya. Geta juga memiliki dua batang kayu yang melintang secara horizontal di alasnya sehingga nampak seperti hak sepatu. 

Kesimpulan

Budaya negara Jepang memang sangat unik dan menarik untuk dipelajari. Pada baju tradisionalnya saja terdapat banyak sekali unsur budaya di dalamnya. Jika kamu berkesempatan berkunjung ke Negeri Matahari Terbit ini, jangan lewatkan kesempatan berdandan ala warga Jepang dengan mengenakan salah satu baju tradisionalnya ya.  

Berita Menarik Lainnya
Cicipi Makanan Singapura yang Unik dan Autentik
Pilihan Transportasi di Jepang untuk Kamu yang Doyan Traveling
error: Kontent dilindungi !!