Fort Canning Park Singapore : Saksi Sejarah Era Perang Dunia ke II

Fort Canning Park Singapore : Saksi Sejarah Era Perang Dunia ke II

Tak sedikit orang yang membayangkan kecanggihan dan kemodernan tingkat tinggi ketika mereka mendengar nama Singapura. Hal tersebut memang benar adanya. Namun, tahukah kamu bahwa Singapura juga tidak selalu berkutat dengan hal tersebut?

Terdapat beberapa destinasi wisata di Singapura yang kental dengan alam dan tidak mendapat banyak pengaruh dari kecanggihan teknologi. Fort Canning Park Singapore adalah salah satunya.

Mengenal Fort Canning Park Singapore

Fort Canning Park merupakan sebuah bukit di sebelah tenggara Singapura. Bukan hanya sekedar bukit biasa, Fort Canning Park merupakan tempat yang sangat penuh akan nilai historis dan budaya. Jika kamu penyuka sejarah, maka destinasi ini sudah tak diragukan lagi wajib ada dalam daftar kunjungan kamu di negara Merlion.

Fort Canning Park Singapore : Saksi Sejarah Era Perang Dunia ke II
Gerbang masuk Fort Canning Park Singapura

Bukit di pusat kota Singapura ini merupakan saksi sejarah di era Perang Dunia II. Dulunya, Fort Canning Park ini merupakan benteng yang digunakan tentara Inggris untuk berperang. Tak mengherankan, banyak terdapat tempat-tempat khas jaman peperangan di bukit ini.

Orang Melayu yang merupakan salah satu etnis utama di Singapura menyebut bukit ini dengan Bukit Larangan atau Forbidden Hill. Mereka percaya bahwa bukit ini merupakan tempat dimana raja-raja Singapura kuno disemayamkan sehingga lokasi ini berhantu. Beberapa orang lainnya memercayai bahwa lokasi Fort Canning Park dulunya merupakan kawasan sebuah istana.

Terlepas dari segala kepercayaan yang melekat pada Fort Canning Park, area seluas 18 hektar ini kini merupakan objek wisata bagi para pengagum sejarah. Bukit ini juga memiliki banyak pohon rindang di dalamnya sehingga berperan sebagai kawasan hijau bagi Singapura. Selain menikmati masa lalu, kamu juga dapat berjalan-jalan santai mengelilingi berbagai sudut bukit ini.

Baca Juga :  Art Science Museum Singapore : Museum Futuristik Dengan Gedung Ikonik
Fort Canning Park Singapore : Saksi Sejarah Era Perang Dunia ke II
Tangga Spiral di Fort Canning Park

Meskipun sangat kental dengan atmosfir masa lalu, Fort Canning Park banyak digunakan oleh generasi modern Singapura untuk melakukan berbagai kegiatan. Belum lama ini, belakangan ini bahkan Fort Canning Park dijadikan lokasi salah satu konser musik paling besar di dunia. Fort Canning Park juga bisa dijadikan destinasi bagi kamu yang ingin bersepeda atau sekedar melihat monyet abu-abu yang hidup bebas di sini.

Untuk masuk ke Fort Canning Park, kamu tidak ditarik biaya alias gratis. Kamu dapat menjangkau destinasi yang satu ini dengan menggunakan MRT dan turun di stasiun Clarke Quay. Bukit yang kini disebut sebagai taman ini juga berlokasi sangat dekat dengan kawasan belanja terkenal Orchard Road dan juga National Museum

Data Fakta Fort Canning Park Singapore

Negara : Singapura

Kota : Singapore

Alamat :  River Valley Rd, Singapore 179037

Jenis Wisata : Sejarah

Spot Menarik di Fort Canning Park Singapore

Fort Canning Park bukan hanya berupa bukit. Sebagai tempat yang dulunya digunakan sebagai benteng saat Perang Dunia II berlangsung, Fort Canning Park memiliki berbagai spot yang dapat membawa kamu melayang ke masa lampau tersebut. Simak beberapa spot menarik yang bisa kamu kunjungi berikut ini.

Raffles House

Bapak pendiri Singapura, Sir Thomas Stamford Raffles, dulunya membangun tempat tinggalnya di kawasan bukit ini semasa dia memerintah di tanah Singapura. Sebelum diberi nama Fort Canning Park pada 1861, tempat ini dulunya dinamakan Bukit Pemerintah. Dinamakan demikian karena rumah tersebut sering digunakan oleh warga dan gubernur pendatang yang datang ke pusat kota Singapura. 

The Battle Box

The Battle Box atau Underground Far East Command Centre merupakan sebuah bunker. Saat Perang Dunia II meletus, bunker ini digunakan sebagai tempat rahasia bagi petinggi militer Inggris untuk berkumpul dan rapat. Tempat ini juga digunakan untuk menyusun rencana strategi perang.

Baca Juga :  Masjid Sultan Singapura : Masjid dengan Kubah Emas di Negeri Merlion

Sally Port

Sally port merupakan sebuah pintu keluar yang mengarah ke pelabuhan. Pintu kecil ini dulunya digunakan untuk melarikan diri dari kepungan para tentara musuh. Dulunya terdapat 3 pintu yang serupa di Fort Canning Park, namun hingga hari ini, hanya Sally Port saja yang masih tersisa.

Gothic Gates

Gothic Gates adalah gerbang putih yang menjulang tinggi di Fort Canning Park. Gerbang ini merupakan pintu utama sebuah pemakaman Kristen yang ada di bukit ini. Dengan gaya arsitektur gothic yang kuat, gerbang ini memiliki kesan suram namun eksentrik. Di tengah atas gerbang ini terdapat ukiran huruf ‘IHS’ yang merupakan singkatan dari iota, eta, dan sigma (3 huruf pertama Yunani untuk Yesus).

Kesimpulan

Jika kamu mencari destinasi wisata gratis dan ikonik di pusat kota Singapura, maka kamu harus pergi ke Fort Canning Park. Bukan hanya belajar banyak mengenai sejarah, kamu juga akan dapat menyesap udara sejuk di sini. Jangan lupa mengenakan alas kaki yang nyaman karena taman ini membentang sangat luas untuk kamu jelajahi. 

Berita Menarik Lainnya
Doi Inthanon : Wisata Alam Pegunungan Taman Nasional di Thailand
Doi Inthanon : Wisata Alam Pegunungan Taman Nasional di Thailand