Cara Menggunakan JR Pass di Jepang untuk Menghemat Ongkos Transportasi

Cara Menggunakan JR Pass di Jepang untuk Menghemat Ongkos Transportasi

Last updated:

Sepertinya tak ada orang yang tak mau berwisata ke Jepang. Segala keindahan dan kekayaan budaya yang ada di negeri ini memang mampu menarik banyak sekali wisatawan untuk datang. Setiap tahunnya, ribuan wisatawan memenuhi bandara-bandara internasional Jepang untuk menjajal beberapa hari atau pekan di Negeri Matahari Terbit  ini.

Para wisatawan asing yang hendak berkunjung ke Jepang ini tentunya sudah sangat akrab dengan kata JR Pass. Berbagai sumber online maupun teman dan sanak saudara yang pernah ke Jepang banyak yang membicarakan bahkan merekomendasikan JR Pass untuk digunakan selama kunjungan ke Jepang. Ekonomis, efektif, dan efisien biasanya menjadi alasan mengapa JR Pass ini begitu direkomendasikan.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan JR Pass ini? Apakah pergi ke Jepang artinya harus memiliki JR Pass? Informasi dibawah ini akan menjawab berbagai pertanyaan kamu tentang JR Pass. Simak ulasannya berikut ini.

Apakah JR Pass itu?

JR Pass atau Japan Railway Pass adalah kartu sakti yang bisa mengantar kamu kemana saja di Jepang tanpa harus membayar setiap kamu menaiki berbagai transportasi di sana. Dengan memiliki JR Pass, kamu akan dibebaskan dari segala tiket yang harus kamu beli ketika menaiki transportasi di Jepang. Menyenangkan, bukan?

Tunggu dulu. Tentunya ada berbagai syarat dan ketentuan agar kamu bisa melanglang buana di Jepang tanpa tiket transportasi. Yang pertama, kartu sakti ini tidak gratis. Kamu akan harus mengeluarkan biaya yang lumayan banyak di awal untuk sebuah JR Pass. Dengan kata lain, JR Pass merupakan kartu yang harus dibeli agar kamu tidak perlu membayar tiket di loket atau membeli di vending machine setiap akan naik transportasi umum di Jepang.

Syarat yang kedua yaitu JR Pass hanya boleh digunakan oleh turis atau wisatawan yang ada di Jepang. Warga asli Jepang tidak dibolehkan menggunakan JR Pass. Paspor atau visa turis kamu biasanya akan diminta oleh petugas untuk pengecekan ketika kamu akan menggunakan JR Pass.

Baca Juga :  10 Baju Tradisional Jepang yang Bisa Kamu Sewa Untuk Pemotretan

Selain itu, syarat selanjutnya adalah JR Pass dapat digunakan hanya di berbagai alat transportasi di bawah naungan Japan Railway (JR) Group saja. Jika kamu menaiki kereta dari perusahaan swasta lain selain dari JR Group kamu akan harus membayar tiket. Tapi, kamu tidak perlu khawatir karena JR Group memiliki banyak moda transportasi yang dapat kamu andalkan.

Syarat yang terakhir yaitu JR Pass hanya bisa kamu gunakan selama masa berlakunya aktif. Masa berlaku kartu ini bermacam-macam mulai dari 7 hari, 14 hari, hingga 21 hari. Semakin lama masa aktifnya, harganya tentu semakin mahal.

Berapa Harga JR Pass?

Seperti sudah disebutkan di atas, harga JR Pass ditentukan oleh masa aktif kartu tersebut. Namun, selain hal itu, terdapat hal lain yang menjadi variabel penentu harga JR Pass. Hal yang dimaksud adalah jenis tempat duduk di kereta yang kamu tempati.

Jenis tempat duduk di kereta di Jepang terbagi menjadi 2, Ordinary Car dan Green Car. Keduanya berbeda dalam hal luas tempat duduk dan area kaki. Jika di Indonesia, mungkin dapat disamakan dengan kelas Ekonomi dan Bisnis. Beberapa shinkansen bahkan sekarang sudah memiliki kelas yang lebih mewah yang disebut dengan Gran Class.

Per Oktober 2019, untuk ordinary car dengan akses selama 7 hari, kamu harus membayar JR Pass seharga 29,650 Yen. Untuk akses 14 hari, kamu akan harus merogoh kantong sebesar 47,250 Yen. Sementara untuk akses selama 21 hari, jumlah uang yang harus kamu bayarkan adalah 60,450 Yen.

Untuk kelas green car tentu harganya lebih mahal lagi. Akses 7 hari dengan JR Pass mengharuskan kamu untuk menyetorkan uang sejumlah 39,600 Yen. Untuk akses 14 hari, harganya adalah 64,120 Yen. Sedangkan untuk akses 21 hari, total uang yang harus dibayar yaitu 83,390 Yen. Harga-harga tersebut adalah harga untuk orang dewasa. Untuk anak-anak, harganya setengah dari harga orang dewasa. 

Baca Juga :  11 Oleh-oleh Khas Jepang : Ragam Buah Tangan dari Tokyo Banana hingga Origami

Dimana JR Pass Dapat Dibeli?

Kartu sakti untuk berkeliling Jepang ini bisa kamu dapatkan secara online di beberapa agen tour and travel terpercaya. Atau, kamu juga dapat membelinya secara langsung di agen resmi JR yang ada di Indonesia. Pilih saja transaksi mana yang lebih nyaman untuk kamu lakukan.

Nantinya, kamu akan mendapatkan exchange order. Lembaran kertas ini bukanlah JR Pass. Kamu akan harus menukarkan exchange order yang kamu dapat di Indonesia dengan JR Pass saat kamu berada di Jepang. Penukaran ini dapat dilakukan di beberapa kantor JR yang tersebar di bandara dan stasiun-stasiun besar di Jepang. Penukaran ini mengharuskan kamu untuk menunjukkan paspor asli kamu kepada petugas.

Dimana Saja JR Pass Bisa Digunakan?

JR Pass bisa kamu gunakan di banyak moda transportasi. Berbagai jenis kereta seperti limited express train, express train, rapid train, local train, dan shinkansen pun dapat kamu naiki tanpa tiket dengan menggunakan JR Pass. Namun, tidak semua jenis shinkansen dapat menggunakan JR Pass sebagai tiket masuknya. Nozomi shinkansen dan Mizuho shinkansen akan mengharuskan kamu membeli tiket masuk lagi.

Bukan hanya kereta, bis dan feri yang tergabung dalam JR Group pun dapat kamu naiki. Bis yang dimaksud adalah bis lokal. Highway bus yang merupakan bis antar kota tidak bisa kamu naiki dengan memanfaatkan akses dari JR Pass. 

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan JR Pass untuk menaiki non-JR Trains untuk mendapat akses menuju kereta dalam naungan JR Group. Tetapi, hal ini hanya bisa dilakukan di stasiun-stasiun yang sudah ditentukan. Misalnya, kamu dapat menaiki Ainokaze Toyama Railway yang menghubungkan Toyama dan Takaoka dengan menggunakan JR Pass untuk menuju JR Himi Line atau JR Johana Line. Kebijakan ini biasanya berlaku di daerah pedesaan yang cukup terisolir. 

Baca Juga :  Kereta Gantung Genting : Wahana Wisata Gondola di Ketinggian 6000 Kaki

Bagaimana Cara Menggunakan JR Pass?

Kamu tak perlu khawatir atau bingung untuk menggunakan JR Pass kamu. Caranya sangat mudah. Ketika kamu akan masuk ke jalur kereta yang ada di staisun, lihatlah ke sisi paling kiri atau paling kanan. Di sisi paling ujung dari deretan pintu masuk tersebut terdapat loket khusus bagi pengguna JR Pass. Akan terdapat seorang petugas di sana yang akan mengecek kelengkapan dokumen kamu.

Deretan pintu otomatis yang ada di tengah diperuntukkan bagi mereka yang masuk tanpa menggunakan JR Pass. Jadi, jangan sampai kamu salah masuk. Pastikan kamu menemukan loket dengan petugas di deretan paling ujung dari jajaran pintu masuk otomatis yang ada.

Haruskah Membeli JR Pass?

Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah wajib hukumnya untuk membeli JR Pass ketika kamu di Jepang? Jawabannya adalah tidak. Membeli atau tidaknya JR Pass selama kamu berada di Jepang sangat tergantung pada destinasi wisata yang kamu tuju dalam liburan kamu.

Misalnya, kamu terbang ke Osaka hanya untuk pergi ke Kyoto. Di sana, kamu berencana untuk menikmati Golden Pavilion dan Nara’s Deer Park saja. Nah, maka kamu tidak perlu membeli JR Pass karena menggunakan kereta lokal saja sudah cukup dan pastinya lebih menghemat biaya. Namun, jika kamu berencana untuk menyusuri Hokkaido di utara hingga Fukuoka di selatan, kamu harus membeli JR Pass jika tidak ingin biaya transportasi kamu di Jepang membengkak.

Kesimpulan

Berwisata di Jepang memang sangat identik dengan JR Pass. Namun, akan lebih bijak jika kamu menentukan terlebih dahulu destinasi yang akan kamu tuju di negara ini. Dengan begitu, kamu akan dapat berkalkulasi dengan tepat dan hemat mengenai biaya transportasi kamu selama berwisata. 

Berita Menarik Lainnya
Hua Hin Night Market : Pusatnya Pasar Malam di Thailand
Hua Hin Night Market : Pusatnya Pasar Malam di Thailand
error: Kontent dilindungi !!