Kabukicho : Red Light District ala Jepang yang Mendunia

Kabukicho : Red Light District ala Jepang yang Mendunia

Last updated:

Jika kamu penggemar nomor wahid negara Jepang, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan Shinjuku. Sebagai pusat pemerintahan dan perniagaan di Jepang, Shinjuku memiliki segudang fasilitas, akomodasi, dan sarana transportasi yang lengkap. Tak mengherankan, Shinjuku dikatakan banyak orang sebagai pusat kegiatan di Tokyo.

Salah satu tulang punggung yang menyumbang daya tarik tinggi pada Shinjuku adalah Kabukicho. Kawasan yang terletak di sekitar Shinjuku ini merupakan pusat hiburan yang sangat terkenal, baik di kalangan warga lokal maupun wisatawan asing. Banyak dari mereka yang menjadikan Kabukicho tujuan utama mereka ketika menginjakkan kaki di Shinjuku.

Kabukicho adalah surga untuk para wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersenang-senang di Shinjuku. Puluhan bahkan ratusan tempat hiburan dapat dengan mudah kamu temui di kawasan ini. Mereka berjejer rapi memenuhi Kabukicho dari ujung ke ujung.

Kawasan ini bahkan mendapat julukan ‘distrik hiburan terbesar se-Asia’. Namun jangan salah, karena di sini terdapat banyak tempat hiburan malam seperti hostess club, bar, karaoke, love hotel, hosuto club, hingga tempat prostitusi yang dikuasai oleh yakuza jadi sebagai turis sebaiknya anda waspada dan menjaga diri.

Kabukicho bisa menjadi salah satu destinasi wisata kamu di Jepang jika kamu bertujuan mencari tempat hiburan di Negeri Matahari Terbit ini. Namun, ada baiknya kamu mengenal kawasan ini dengan baik terlebih dahulu sebelum kamu pergi ke sana. Berikut ini informasi tentang Kabukicho yang bisa kamu simak.

Sejarah Singkat Kabukicho

Distrik Shinjuku yang menaungi Kabukicho sudah sejak dahulu difungsikan sebagai kawasan yang merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan di Jepang. Sejak tahun 1948, Shinjuku dijadikan bagian dari proyek rekonstruksi pasca Perang Dunia II. Pemerintah Jepang menaruh perhatian yang cukup besar pada distrik ini.

Kabukicho Malam Hari
Kabukicho Malam Hari, sumber : Freepik

Salah satu upaya pemerintah untuk membenahi dan membangun distrik ini yaitu dengan mendirikan lokasi yang memamerkan kebudayaan Jepang. Pertunjukkan teater klasik Jepang yang disebut dengan Kabuki dipilih sebagai pertunjukkan utama untuk dipentaskan. Teater-teater ini banyak bermunculan sehingga lokasi tersebut dinamakan dengan Kabukicho (kota Kabuki).

Baca Juga :  Jelajahi Keajaiban Dunia Bawah Laut di DisneySea Tokyo

Kabuki merupakan ikon hiburan malam di Jepang. Dikatakan demikian karena dengan menonton Kabuki, orang dapat merasakan suasana yang menyenangkan. Cahaya, musik, dan kerumunan orang adalah hal yang melekat erat dengan teater klasik ini.

Kini, Kabuki sudah tidak lagi dipentaskan di Shinjuku. Walaupun demikian, nama Kabukicho tetap dipakai oleh kawasan tersebut hingga hari ini. Bedanya, Kabukicho yang sekarang telah berubah menjadi pusat hiburan dengan berbagai kesenangan modern yang dapat dinikmati oleh para pengunjung yang datang ke kawasan ini.

Hal yang Dapat Dilakukan di Kabukicho

Sebagai pusat hiburan, tak mengherankan jika Kabukicho dipenuhi dengan tempat-tempat untuk tujuan bersenang-bersenang. Pub, bar, kedai minum tradisional, dan tempat karaoke semua dapat kamu temui di kawasan ini. Tempat-tempat inilah yang menjadi penghuni mayoritas Kabukicho.

Di Kabukicho juga terdapat kabakura atau cabaret club. Sama seperti mayoritas tempat hiburan di Kabukicho, tempat ini juga merupakan tempat minum. Tapi, yang membuat tempat ini lain dari yang lain adalah adanya pelayan lawan jenis yang dapat menemani saat bersenang-senang kamu. Selain itu, terdapat juga gay bar yang dilengkapi dengan pelayan gaynya.

Tempat-tempat hiburan di Kabukicho berdenyut semakin kencang ketika hari semakin larut. Pengunjung pun kian ramai saat langit semakin gelap. Tak mengherankan, Kabukicho dijuluki distrik yang tak pernah tidur. Kehidupan Kabukicho yang seperti ini memberikan wajah yang sangat berbeda dari kota Tokyo.

Namun, aktivitas di Kabukicho bukan hanya tentang kehidupan malam. Kamu pun dapat menikmati kawasan ini pada siang hari. Meskipun demikian, destinasi yang kamu tuju akan sangat terbatas dibandingkan datang ke kawasan ini saat malam hari.

Gedung Godzila

Jika kamu penasaran akan Kabukicho namun tidak ingin menikmati hiburan malamnya, kamu bisa datang ke Shinjuku Toho Building di pagi atau siang hari. Gedung dengan Godzila di puncaknya ini merupakan pusat hiburan dimana kamu bisa menemukan bisokop, restoran, penginapan, dan berbagai fasilitas lainnya. Kudapan khas Jepang pun dapat kamu nikmati di lantai terbawah bangunan ini.

Baca Juga :  Nakamise Street Asakusa : Belanja di Pusat Pertokoan Tertua di Jepang

Maguro Shoten

Opsi lainnya yaitu dengan mengunjungi restoran Maguro Shoten yang terletak di Daichi Metro Building. Di sini kamu bisa menyaksikan pertunjukkan pengolahan ikan tuna. Para koki profesional akan mempertontonkan aksinya memotong tuna raksasa sampai mengirisnya menjadi sajian sushi yang segar dan nikmat. Pertunjukkan ini dimulai pada pukul 19.30 di hari kerja. Sedangkan pada akhir pekan, pertunjukkan dimulai pada pukul 18.30 waktu setempat.

Robot Restaurant

Pilihan wisata siang lainnya di Kabukicho yaitu dengan datang ke Robot Restaurant. Dari namanya saja sudah bisa ditebak restoran macam apa yang akan kamu datangi. Robot di restoran ini akan menari untuk menemani kamu menyantap hidangan. Pertunjukkan cahaya dan musik pun dapat kamu nikmati di sini. Namun, untuk datang ke sini kamu harus melakukan reservasi minimal 30 menit sebelumnya.

Tips Ketika Mengunjungi Kabukicho

Karena banyaknya pusat hiburan malam di Kabukicho, kawasan ini dicap sebagai red district di Tokyo. Dengan kata lain, kawasan ini merupakan kawasan khusus orang dewasa. Banyak sekali opini bermunculan tentang Kabukicho. Beberapa berpendapat bahwa Kabukicho layak dikunjungi, sementara menurut sebagian lainnya Kabukicho tidak sepadan untuk disinggahi dalam kunjungan ke Jepang.

Terlepas dari berbagai pro dan kontra mengenai Kabukicho, kawasan ini memiliki berbagai hal unik yang wajib kamu pelajari jika kamu berencana berkunjung ke sini. Dengan mengenal berbagai macam aturan tak tertulis tentang Kabukicho, kamu akan terhindar dari hal-hal tak menyenangkan dalam kunjungan kamu. Berikut tips yang dapat kamu pertimbangkan ketika berada di Kabukicho.

  • Tempat-tempat hiburan di Kabukicho mayoritas hanya menerima pembayaran secara tunai. Jadi, jangan lupa membawa uang jika kamu pergi ke sini. Kartu kredit dan debit sangat jarang digunakan sebagai alat transaksi di Kabukicho.
  • Jangan berjalan di sekitar Kabukicho seorang diri, apalagi jika kamu adalah perempuan. Pergilah beramai-ramai dengan setidaknya mengajak satu orang teman lelaki kamu agar kamu lebih aman saat berada di Kabukicho.
  • Jangan mudah tergoda oleh rayuan para host club yang mempromosikan dan mengajak kamu untuk masuk ke tempat kerjanya. Kamu bisa saja ditawari berbagai minuman dengan harga yang selangit. Club yang sudah tenar tidak akan menyediakan host club yang bertugas merayu pengunjung untuk datang.
  • Jika kamu berada dalam pub atau club, pastikan kamu menanyakan dengan detil masalah harga makanan dan minuman yang kamu nikmati. Pastikan juga kamu menanyakan apakah ada tambahan biaya lain seperti membership, misalnya. Banyak kasus dimana wisatawan asing tertipu oleh harga yang membengkak karena ketidaktahuan mereka akan hal ini.
  • Di Kabukicho, kamu sangat tidak disarankan untuk mondar-mandir di depan area toko. Hal ini akan menghalangi pengunjung yang berniat datang. Pemilik toko di kawasan ini tak segan-segan mengusir kamu jika melakukan hal tersebut.
Baca Juga :  Universal Studio Jepang : Menjelajah Keajaiban Dunia Sihir Harry Potter

Akses Menuju Kabukicho

Dari bandara Narita, kamu memiliki banyak pilihan transportasi untuk menuju Kabukicho. Kamu bisa menaiki kereta Keisei Skyliner, JR Narita Express (NEX), Keisei Line Local, ataupun Commuter Line menuju stasiun Shinjuku. Waktu tempuh dan harga tiketnya berbeda-beda. Yang tercepat yaitu Keisei Skyliner dengan waktu tempuh 65 menit dan biaya 2.600 Yen. Sedangkan, transportasi termurahnya yaitu Keisei Line Local dan Commuter Line yang hanya menelan biaya 1.200 Yen dengan waktu 105 menit.

Kesimpulan

Kabukicho merupakan kawasan yang cukup menarik di tengah kesibukan Tokyo sebagai ibu kota Jepang. Kawasan ini banyak dijadikan tempat pelepas penat dan lelah bukan hanya oleh wisatawan tapi juga oleh warga lokal. Kamu dapat memilih destinasi ini dalam liburan kamu ke Jepang jika dirasa usia kamu mencukupi untuk menikmati kehidupan malam di Kabukicho.

Berita Menarik Lainnya
Siapa Bilang Mengganti Paspor Hilang Itu Ribet? Begini Caranya
Siapa Bilang Mengganti Paspor Hilang Itu Ribet? Begini Caranya
error: Kontent dilindungi !!