Kampong Glam alias Muslim Quarter : Wisata Budaya Melayu Islam di Singapura

Kampong Glam alias Muslim Quarter : Wisata Budaya Melayu Islam di Singapura

Singapura adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat terkenal akan kehidupan modernnya. Berbagai fasilitas berteknologi tinggi dikembangkan di sini. Lihat saja bandara kebanggaan negara ini, sungguh fantastis dengan nuansa modern yang kental. Belum lagi beberapa destinasi wisata ikonik di sini yang sangat memanfaatkan kemajuan teknologi di dalamnya.

Terlepas dari semua kesan modern itu, Singapura rupanya merupakan negara yang tidak melupakan masa lalu. Pemerintah negara ini tidak serta merta membangun kemajuan dengan menghapuskan nilai-nilai lama. Kampong Glam merupakan bukti kuat bahwa Negeri Merlion ini tetap mempertahankan nilai sejarahnya meskipun teknologi tingkat tinggi cukup mendominasi negara ini.

Mungkin nama Kampong Glam tidak seharum Gardens by the Bay atau Universal Studio Singapore di telinga para pelancong. Tapi, bagi mereka yang memang mencintai nilai-nilai tradisional yang sarat akan budaya, Kampong Glam merupakan surga wisata di Singapura. Mengedepankan karakter tradisional yang cukup kuat, para pelancong akan disajikan dengan nuansa yang sangat jauh berbeda dengan Changi Airport, Gardens by the Bay, atau Universal Studio.

Apakah kamu penasaran dengan sisi lain negara Singapura ini? Kampong Glam bisa menjadi salah satu destinasi yang menyenangkan selama kunjungan kamu di negara ini. Simak ulasan tentang Kampong Glam tersebut di bawah ini.

Kampong Glam: Pemukiman Kaya Budaya

Menurut data dari Badan Pariwisata Singapura, Kampong Glam merupakan suatu kawasan yang dibentuk oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada masa kolonial Inggris. Pada tahun 1822, kawasan yang dulunya merupakan wilayah tempat tinggal para bangsawan Melayu Singapura ini dibagi-bagi menjadi beberapa daerah. Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan etnis yang mendiami kawasan ini. Orang Malaysia, Jawa (Indonesia), Arab, dan Bugis merupakan kelompok masyarakat yang bermukim di sini.

Nama kawasan ini sendiri di ambil dari kata dalam Bahasa Melayu ‘gelam’. Dulunya, kawasan Kampong Glam banyak ditumbuhi tumbuhan pohon kayu putih atau cajuput. Dalam Bahasa Melayu, pohon kayu putih di sebut juga sebagai pohon gelam. Oleh sebab itu, kawasan ini dinamakan Kampong Glam.

Baca Juga :  Clarke Quay Singapura : Menikmati Gemerlap Hiburan Malam di Pinggir Sungai

Melihat dari sejarahnya, tak mengherankan jika Kampong Glam merupakan kawasan pemukiman yang kaya akan budaya. Percampuran budaya dari berbagai etnis menghiasi nadi kehidupan kawasan ini. Ragam budaya ini tinggal berdampingan menciptakan nuansa yang sungguh berbeda di Singapura.

Kampong Glam alias Muslim Quarter : Wisata Budaya Melayu Islam di Singapura
Jalan-jalan di Kampong Glam

Berada di kawasan ini, kamu akan menemukan ruko-ruko dengan nuansa Timur Tengah yang kuat. Di sisi yang lain, kamu mungkin akan menemukan berbagai hal dengan budaya Melayu yang kental. Mengunjungi Kampong Glam memang akan terasa seperti kamu mengunjungi berbagai negara dalam satu waktu. 

Jika ditarik benang merah, Kampong Glam merupakan pemukiman yang memiliki nilai Islam dan Melayu yang sangat kental. Kawasan ini bahkan disebut juga dengan ‘Muslim Quarter’. Hingga kini, Kampong Glam memang memiliki jumlah mayoritas pemeluk Islam di Singapura.

Bangunan-bangunan yang ada di Kampong Glam memiliki perpaduan nuansa Asia dan Eropa. Bangunan ini berjejer sangat rapi dan dihiasi berbagai karya mural yang cantik dan kreatif. Banyak orang memanfaatkan hal ini sebagai lokasi untuk berfoto.

Meskipun mungkin tidak sepopuler destinasi lain di Singapura yang sarat akan sentuhan teknologi, Kampong Glam memiliki tempat tersendiri di hati para pelancong backpacker. Selain kaya akan nilai budaya, kawasan ini terkenal memiliki tempat penginapan yang ramah di kantong. Tempat-tempat makan di sini juga memiliki harga yang cukup membumi.

Tempat Ikonik di Kampong Glam

Mengunjungi Kampong Glam, ada beberapa destinasi yang sangat ikonik di sini yang tak boleh kamu lewatkan. Lokasi-lokasi ini merupakan lokasi favorit banyak pelancong yang datang ke kawasan ini. Belum sah kunjungan kamu ke Kampong Glam tanpa menengok tempat-tempat tersebut.

Malay Heritage Center

Pada sekitar abad ke 19, Malay Heritage Center merupakan rumah bagi bangsawan Melayu yang ada di Singapura. Bangunan istana ini memiliki perbaduan arsitektur Inggris dan Melayu. Bangunan ini cukup megah dengan taman luas yang rindang.

Baca Juga :  Lorong Buangkok : Kampung Terakhir Yang Masih Bertahan di Singapura

Kini, Malay Heritage Center merupakan sebuah museum seni dan budaya. Di sini, kamu bisa mengikuti workshop untuk belajar membuat gerabah dan juga membatik. Museum ini buka setiap hari kecuali hari Senin dari puku 10.00 pagi hingga 06.00 sore waktu setempat. Tiket masuk per orangnya yaitu seharga 4 SGD.

Masjid Sultan

Beberapa orang menyebut Masjid Sultan sebagai landmark Kampong Glam. Masjid yang berada di Jalan Muscat ini berdiri sangat gagah. Kubah emasnya mencuri perhatian siapapun yang berada di kawasan ini.

Masjid ini didirikan pada tahun 1826 atas masukan dari Sultan Johor. Perusahaan Hindia Timur Britania lah yang mendanai pembangunan masjid ini. Setelah dipugar pada sekitar tahun 1990, Masjid Sultan kini dapat menampung total jamaah sebanyak 5000 orang. 

Jalan Arab

Jalan Arab berisi ruko-ruko yang menjual barang-barang khas negara Timur Tengah tersebut. Permadani, perlengkapan solat, tasbih, hingga lampu gantung bernuansa Arab ada di sini. Parfum non alkohol pun dapat kamu temukan di sini. Jika kamu belanja di Jalan Arab, jangan lupa menawar harga sebelum membeli untuk mendapatkan harga terbaik.

Haji Lane

Kampong Glam alias Muslim Quarter : Wisata Budaya Melayu Islam di Singapura
Mural di Haji Lane

Sama seperti Jalan Arab, Haji Lane juga merupakan kawasan yang tepat jika kamu ingin berbelanja. Namun, ruko-ruko di sini menjual barang yang bernuansa hipster. Selain ruko-ruko, Haji Lane juga diramaikan oleh mural-mural cantik di sepanjang jalannya. Café dan bar juga ada di sini jika kamu ingin nongkrong ala anak muda.

Memanjakan Lidah di Kampong Glam

Selain sebagai surga belanja, Kampong Glam juga merupakan rumah bagi kuliner-kuliner lezat yang dapat memanjakan lidah dan perut kamu. Mayoritas tempat makan di kawasan ini merupakan tempat makan bercap halal. Maklum, Kampong Glam memang kental dengan budaya Islam.

Di sini, kamu dapat menemukan makanan yang variatif. Variasi makanan di sini sesuai dengan etnis yang bermukim di Kampong Glam. Nasi lemak, nasi padang, kebab, roti prata semua ada di sini. Tak ketinggalan teh tarik dan es cendol juga dapat kamu pilih di kawasan ini. Selain itu, kamu juga bisa menemukan restoran khas Maroko di Kampong Glam. 

Baca Juga :  Madame Tussauds Singapura : Bukan Museum Patung Lilin Biasa

Cara Menuju Kampong Glam

Kampong Glam berada di wilayah Rochor, di sebelah utara Singapore River. Untuk menuju ke kawasan ini aksesnya tidak sulit. Selain transportasi yang memadai, terdapat juga petunjuk-petunjuk arah yang jelas untuk menemukan Kampong Glam ini.

Dari Changi Airport, kamu bisa menggunakan MRT. Keluar saja dari terminal 2 atau 3 bandara, lalu menuju stasiun MRT dengan mengambil jurusan Bugis di West East. Setelah berjalan sekitar 700 meter di Victoria Street, kamu akan sampai di Kampong Glam. 

Tanya Jawab

Apakah Kampong Glam dinamakan berdasarkan kata Glamor?

Sejatinya Kampong Glam dinamakan dari tumbuhan Gelam yang tumbuh di area perkampungan itu pada dahulu kala. Namun saat ini banyak orang mengaitkannya dengan kata-kata Glamor. Hal ini dikarenakan di sini kamu bisa menemukan area wisata yang keren banget dengan campuran sejarah, budaya dan pemandangan gaya hidup yang super trendi.

Hal menarik apa yang dapat kita lakukan di Kampong Glam?

Kampong Glam akan terlihat sangat hidup pada bulan Ramadhan. Karena di sini banyak terdapat area pemukiman Muslim maka budaya sahur dan berbuka juga seramai di Indonesia. Menikmati bulan Ramadhan di Singapura tidak lengkap kalau bukan di destinasi wisata ramah Muslim ini

Apa benar ada nasi padang yang sangat enak di Kampong Glam?

Tepat sekali, masakan favorit Indonesia yang berasal dari daerah Sumatra Barat ini sangat populer di Kampong Glam. Nama restoran paling terkenal yang menyajikannya adalah “Hajjah Maimunah” dan tempat ini mendapat pengakuan dunia internasional lewat penghargaan Michelin Bib Gourmand Guide pada tahun 2016.

Kesimpulan

Jika kamu merindukan nuansa tradisional dengan ragam budaya yang kaya di Singapura, kamu harus melangkahkan kaki kamu ke Kampong Glam. Tempat ini juga bisa dijadikan alternatif jika kamu ingin berliburan ke negara ini tapi dengan budget yang tidak terlalu besar. Biaya akomodasi kamu dapat dihemat dengan menginap di sini. Selain itu, kamu juga akan dikelilingi dengan berbagai budaya bernuansa Timur Tengah dan Melayu di kawasan ini. 

Berita Menarik Lainnya
Pulau Hashima : Wisata di Pulau Berhantu yang Menyerupai Kapal Perang
Pulau Hashima : Wisata di Pulau Berhantu yang Menyerupai Kapal Perang
error: Kontent dilindungi !!