Mata Uang Malaysia Ringgit

Mata Uang Malaysia Ringgit dengan Kode MYR dan Simbol RM

Mengunjungi Malaysia akan memberikan pengalaman yang mengasyikkan. Banyaknya destinasi wisata favorit di sana dilengkapi dengan kekayaan wisata kuliner yang memanjakan lidah. Namun, semua itu tak akan bisa kamu lakukan tanpa Ringgit alias mata uang Malaysia di tangan kamu.

Mendengar nama Ringgit, kamu pasti langsung teringat akan negara dengan 2 menara kembar di pusat kotanya tersebut. Ya, Ringgit memang sangat lekat dengan Malaysia. Di seantero Asia, mata uang Negeri Jiran tersebut sudah bukan merupakan hal asing lagi di telinga.

Mata Uang Malaysia Ringgit
Ilustrasi Ringgit Malaysia

Namun, rupanya Ringgit juga pernah menyentuh daratan Indonesia. Kedua negara yang bertetangga ini memang banyak bersinggungan dalam berbagai hal. Sudah bukan hal aneh jika kebudayaan dan kuliner keduanya saling berbagi. Namun, apakah kamu tahu bahwa Ringgit juga pernah menjadi irisan dari kedua negara tersebut?

Jika kamu memiliki rencana mengunjungi Malaysia, kamu berada di halaman yang tepat. Artikel ini akan membahas seluk beluk mata uang Malaysia. Mengenal mata uang suatu negara yang akan dikunjungi bukan hanya melengkapi pengetahuan dalam perjalanan kamu, tapi juga akan membuat perjalanan kamu lebih nyaman.

Nilai Tukar Mata Uang Malaysia terhadap Rupiah



Sejarah Singkat Ringgit Malaysia

Sejarah Ringgit dimulai dengan penggunaan mata uang di negeri-negeri Selat (Straits Settlement). Yang dimaksud dengan Straits Settlement adalah negara-negara yang merupakan kawasan jajahan kolonial Inggris. Singapura, Melaka, dan Penang merupakan negara-negara yang ada di dalamnya. Penggunaan mata uang di negara-negara ini diatur oleh pemerintah Inggris.

Pada tahun 1837, mata uang resmi yang digunakan merupakan Rupee India. Namun, tak lama kemudian, pada 1867 mata uang tersebut diganti dengan Dolar Perak. Pergantian mata uang terus berlangsung sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni Britania Raya. Namun, seiring berjalannya waktu dan meledaknya perang yang mempengaruhi stabilitas Inggris, kondisi mata uang pun tidak stabil.

Baca Juga :  Colmar Tropicale : Suasana Pedesaan Perancis di Pahang - Malaysia

Setelah merdeka, Malaysia pun mengambil sikap untuk menentukan mata uang resmi negaranya. Ringgit tidak didaulat menjadi mata uang resmi Malaysia hingga 1975. Pada tahun-tahun sebelum itu, Malaysia mempertahankan nama Dolar Malaysia sebagai alat tukar resminya. Meskipun kini sudah menetapkan Ringgit sebagai mata uang negara, Dolar Malaysia terkadang masih saja ditemukan di negara ini.  

Nama Ringgit sendiri artinya bukan mata uang, melainkan gerigi. Pada waktu masih menjadi jajahan Inggris, sempat beredar luas uang perak Spanyol di Straits Settlement. Mata uang tersebut memiliki gerigi di sisinya. Inspirasi itulah yang mendasari penamaan mata uang Malaysia yang berlaku hingga kini.

Malaysia, Indonesia, dan Ringgit

Pernahkah kamu mendengar orang tua atau nenek kakek atau sesepuh lainnya mengatakan “seringgit” untuk menamakan nominal tertentu di Indonesia? Hal itu terjadi bukan tanpa alasan. Ringgit memang pernah menjadi bagian dari negara ini.

Pada tahun 1970an, Indonesia pernah menggunakan Ringgit sebagai mata uang negara ini. Ringgit kala itu dijadikan standar untuk harga barang-barang yang ada di dalam negeri. Tak mengherankan, generasi 90an terkadang sering latah menggunakan standar itu beberapa tahun setelah penggunaan mata uang itu dihapuskan di Indonesia. Ringgit disamakan dengan Rp 2,50 pada saat itu.

Rumpun budaya yang sama dan lokasi geografis yang hanya terpisah patok batu menjadikan Ringgit singgah di Indonesia. Namun, kini masing-masing negara sudah menetapkan mata uang resminya masing-masing. Indonesia dengan Rupiahnya dan Malaysia dengan Ringgitnya.

Mengenal Mata Uang Malaysia Lebih Dekat

Ringgit merupakan mata uang yang juga dikenal dengan singkatan RM (Ringgit Malaysia). Namun, kode ISO untuk mata uang yang satu ini sebenarnya adalah MYR (Malaysian Ringgit). ISO merupakan suatu badan internasional yang bertugas mengurus kode mata uang negara di dunia untuk kepentingan keuangan dan perbankan.

Baca Juga :  Kasino Genting : Wisata Hiburan Judi Legal di Malaysia

Secara resmi, Malaysia merupakan satu-satunya negara yang menggunakan Ringgit sebagai alat transaksi yang sah. Meskipun demikian, beberapa daerah perbatasan dari negara-negara tetangga seperti Indonesia, Filipina, dan Thailand bagian selatan pun menggunakan Ringgit sebagai alat tukarnya. Hal ini disebabkan oleh lebih seringnya mereka bertransaksi di Malaysia atau dengan pihak Malaysia dibanding negaranya sendiri. Kondisi geografis merupakan alasannya.

Tidak seperti Dolar atau Baht yang menggunakan simbol tertentu di depan nominal angka mata uangnya, Ringgit hanya menggunakan huruf biasa. Seperti Rp pada Rupiah, singkatan RM biasanya ditaruh di depan nominal angka untuk menunjukkan harga atau nilai dari suatu barang di Malaysia, misalnya RM 10. Selain Ringgit, pecahan mata uang dalam bentuk sen pun masih berlaku di sini.

Pecahan Mata Uang dalam Ringgit Malaysia

Seperti hampir semua negara-negara lainnya di dunia, Malaysia pun memiliki 2 jenis mata uang yang beredar di negaranya. Uang kertas dan koin merupakan alat tukar yang banyak digunakan di Negeri Jiran ini. Uang kertas diperuntukkan bagi nominal Ringgit yang besar, sedangkan uang koin didedikasikan untuk pecahan sen.

Lembaran mata uang Ringgit hadir dalam beberapa pecahan. Kamu bisa mendapatkan RM 50, RM 20, RM 10, RM 5, dan RM 2 dalam bentuk kertas. ATM di Malaysia biasanya menyediakan uang kertas dalam pecahan yang besar saja.

Sementara itu, uang koin memiliki nilai yang beragam dimulai dari 1 sen, 5 sen, 10 sen, 20 sen, hingga 50 sen. Pecahan kecil ini akan sangat bermanfaat jika kamu berbelanja di toko-toko kecil atau kaki lima di sekitar Malaysia. Mereka biasanya sulit memberi uang kembalian jika kamu memberikan pecahan uang dengan nominal tinggi.

Baca Juga :  Kereta Gantung Langkawi : Naik Gondola Untuk Menikmati Langkawi dari Ketinggian

Menyiapkan Ringgit untuk Perjalanan ke Malaysia

Jika kamu hendak berwisata ke Malaysia, pastikan kamu sudah menukarkan Rupiah kamu ke dalam bentuk Ringgit. Selain Ringgit, alat tukar lainnya sangat jarang sekali digunakan di seantero Malaysia. Oleh sebab itu, pastikan kamu keluar dari bandara dengan mengantongi Ringgit dalam dompetmu.

Memperoleh Ringgit dapat dilakukan di Money Changer. Kamu akan membayar sejumlah Rupiah untuk Ringgit yang akan kamu bawa ke Malaysia. Besaran Rupiah yang dibayarkan bervariasi tergantung nilai kurs yang berlaku pada saat kamu menukarkan atau membeli Ringgit tersebut.

Jika kamu tidak mau repot-repot memikirkan nilai kurs dan penukaran uang, kamu dapat tetap pergi ke Malaysia dengan membawa kartu kredit atau debit kamu. Beberapa tempat di Malaysia menerima transaksi dengan menggunakan kartu sakti tersebut. Kartu berlogo VISA dan Mastercard dapat digunakan di tempat-tempat perbelanjaan di negara ini. Namun, pedagang kecil dan kaki lima kemungkinan besar hanya melayani transaksi tunai.

Kamu juga bisa menarik Ringgit di berbagai ATM yang ada di Malaysia. Kekurangan dari transaksi ini adalah adanya biaya administrasi tambahan dari bank tempat kamu menyimpan uang. Kamu dapat mengakalinya dengan tidak sering-sering melakukan penarikan uang dan lebih memilih menarik uang sekali waktu dalam jumlah besar.

Kesimpulan

Jika Malaysia menjadi destinasi wisata kamu dalam waktu dekat, tak ada salahnya kamu menyelami terlebih dahulu mengenai alat tukar sah negara tersebut. Dengan begitu, wisata kamu akan lebih aman dan nyaman. Pengetahuan akan mata uang ini pun tentunya akan menghindarkan kamu dari kejadian tidak mengenakkan yang mungkin terjadi di Negeri Jiran.

Berita Menarik Lainnya
Onsen khas Jepang : Budaya Berendam di Pemandian Air Panas ala Orang Jepang
Onsen khas Jepang : Budaya Berendam di Pemandian Air Panas ala Orang Jepang
error: Kontent dilindungi !!