Mata Uang Singapura : Singapore Dollar dengan Kode SGD dan Simbol S$

Siapa yang mampu menolak pesona Singapura? Ribuan wisatawan asing terbukti sudah jatuh cinta pada negara singa tersebut. Untuk memperoleh segala kesenangan berwisata di Singapura, tentunya dibutuhkan persiapan. Memiliki alat tukar resmi Singapura merupakan salah satu persiapan wajib jika kamu berencana melawat ke negara ini. Tanpa memiliki mata uang Singapura, bukan tidak mungkin kamu akan menemui banyak kendala dalam perjalanan kamu.

Mata Uang SIngapura
Mata Uang SIngapura

Pengetahuan akan mata uang negara yang akan dikunjungi tidak kalah penting dengan daftar destinasi wisata di Singapura ataupun persiapan dokumen pribadi seperti paspor. Mengetahui dengan jelas pecahan mata uang serta seluk beluk lainnya tentang mata uang tersebut akan memberi keuntungan tersendiri saat kamu berada di negara tujuan kamu. Jika Singapura masuk dalam daftar kunjungan kamu dalam waktu dekat ini, simak ulasan tentang mata uangnya di bawah ini.

Nilai Tukar Singapore Dollar ke Rupiah



Sejarah Singkat Mata Uang Singapura

Mata uang Singapura yang kini dikenal dunia adalah Dolar Singapura atau Singapore Dollar. Meskipun demikian, mata uang ini baru digunakan sebagai alat tukar resmi negara ini pada tahun 1965. Jauh sebelum itu, rakyat Singapura menggunakan mata uang lain untuk bertransaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Dulunya, sejak tahun 1845 hingga tahun 1939, Singapura menggunakan Dollar Selat sebagai mata uang resminya. Di era ini, Singapura masih merupakan negara jajahan Inggris. Sehingga, mata uang yang digunakan mengikuti arahan dan aturan dari negara Britania Raya.

Dolar Selat merupakan nama mata uang yang digunakan oleh Negara-Negara Selat. Yang dimaksud dengan Negara-Negara Selat yaitu gabungan negara-negara di bawah pemerintahan Inggris. Kala itu, yang masuk ke dalam Negara-Negara Selat adalah Singapura, Penang, dan Malaka.

Baca Juga :  Menyusuri Sungai Singapura yang Bersih dan Menarik Minat Wisatawan Mancanegara

Pada tahun 1953, Dolar Selat digantikan dengan Dolar Malaya dan Borneo Inggris. Tak lama kemudian, pada 1963, Singapura yang pada saat itu masih bergabung dengan Penang dan Malaka (Malaysia), menggunakan mata uang kedua wilayah tersebut yakni Ringgit. Penggunaan Ringgit sebagai alat tukar resmi di Singapura ini hanya bertahan dalam waktu singkat, 2 tahun.

Pada tahun 1965, Singapura memutuskan pecah kongsi alias tidak bergabung dengan Penang dan Malaka pasca kemerdekaannya dari Inggris. Setelah berpisah, ketiga wilayah tersebut mengatur negara dan mata uangnya masing-masing. Pada tahun inilah Singapura mulai menetapkan Dolar Singapura sebagai mata uang resminya.

Meskipun sudah merdeka sejak 1965, Singapura baru secara resmi mendirikan Dewan Komisaris Mata Uang 2 tahun kemudian, tepatnya pada 7 April 1967. 2 bulan setelah dibentuk, dewan tersebut resmi menerbitkan mata uang pertamanya. Seri mata uang perdana ini dinamai dengan ‘Orkid’, sesuai dengan lambang negara Singapura yaitu bunga anggrek (orchid).

Mengenal Mata Uang Singapura: Dulu dan Kini

Seperti kebanyakan negara-negara lainnya di dunia, sejak pertama memproduksi sendiri mata uangnya, Singapura menyediakan 2 bentuk mata uang: lembaran kertas dan koin. Seri ‘Orkid’ yang pertama kali dikeluarkan di negara ini pun hadir dalam kedua bentuk tersebut. Dulunya, seri anggrek dalam bentuk kertas hadir dengan nominal terbesar SGD 10,000.

Yang paling terkenal dari seri ini adalah Dolar Singapura kertas dengan nominal SGD 10. Hal ini disebabkan oleh simbol pada nominal tersebut yang menandakan simbol bangsa yang baru terlahir (muda). Empat tangan yang saling menggenggam satu sama lain dan berada di atas peta Singapura merupakan simbol yang dimaksud. Hal ini menunjukkan bersatunya 4 etnis utama negara ini demi menjadikan Singapura pusat ekonomi di Asia.

Baca Juga :  Festival Chingay Parade Singapura

Jika kamu berada di Singapura dan kebetulan menemukan seri uang pertama ini, kamu sangatlah beruntung. Banyak sekali orang yang terpikat dengan uang kuno tersebut. Nilai uang tersebut bisa melebihi nominal uang yang tertera di atas kertasnya jauh berkali-kali lipat.

Dolar Singapura masa kini menunjukkan gambar presiden pertama Singapura, Encik Yusof bin Ishak. Pecahannya pun berbeda dengan pecahan uang masa lalu dimana nominal terbesar pada uang kertas hanya sebatas SGD 1.000. Meskipun demikian, uang kertas pada masa kini jauh lebih berkualitas dibanding masa lalu. Sejak 1990, uang kertas Dolar Singapura telah menggunakan bahan polimer yang tahan robek.

Seperti halnya mata uang negara lain, Dolar Singapura pun memiliki logo atau singkatan yang biasa disematkan sebelum nominal mata uang. Jika Rupiah milik Indonesia diwakili dengan ‘Rp’, maka Dolar Singapura ditulis dengan ‘S$’. Kapital ‘S’ mewakili huruf depan Singapura sementara logo Dolar ($) sebagaimana dikenal rakyat global tetap dipertahankan.

Cara lain menyatakan mata uang negara ini yaitu dengan menggunakan kode ISO-nya. ISO merupakan badan dunia yang mengurus masalah ekonomi dan perbankan. Badan ini menerbitkan 3 huruf kapital yang mewakili mata uang masing-masing negara di dunia. Mata uang Singapura memiliki kode ISO SGD (Singapore Dollar) untuk ditulis di depan nominalnya. 

Pecahan Mata Uang Singapura

Dolar Singapura yang ada dalam bentuk kertas memiliki nominal yang lebih besar jika dibandingkan dengan bentuk koin. Pecahan dalam bentuk kertas tersebut yakni SGD 2, SGD 5, SGD 10, SGD 20, SGD 50, SGD 100, dan SGD 1.000. Jika kamu hendak berbelanja ketika di Singapura, pastikan pecahan uang kertas kamu tidak terlalu besar karena toko-toko kecil atau pedagang kaki lima jarang melayani pengembalian uang pecahan besar.

Baca Juga :  Fort Canning Park Singapore : Saksi Sejarah Era Perang Dunia ke II

Sementara itu, koin Dolar Singapura hadir dalam pecahan sen dan juga dolar. 1 Dolar Singapura sama saja dengan 100 sen. Pecahan koin tersebut yaitu 1 sen, 5 sen, 10 sen, 20 sen, 25 sen, dan SGD 1.

Dolar Singapura dan Rupiah

Singapura merupakan negara yang paling maju dari segi bisnis, ekonomi, dan teknologi di Asia Tenggara. Tak mengherankan jika mata uang negara ini pun melesat dibandingkan mata uang negara lainnya di bagian Asia yang sama. Dolar Singapura sudah terkenal memiliki posisi yang kuat dalam nilai tukar mata uang dunia.

Dibandingkan Indonesia, Dolar Singapura memiliki nilai jauh di atas Rupiah. Nilai tukar ini tentunya tidak stabil seiring waktu. Namun, jika di rata-rata, SGD 1 bisa disetarakan dengan kurang lebih Rp 10.000,-. Itulah mengapa meskipun banyak wisatawan Indonesia yang berlibur ke Singapura, mereka sebenarnya dibebani dengan biaya yang tidak murah untuk berwisata di negeri Merlion tersebut.

Popularitas Singapura sebagai negara maju tentunya diimbangi dengan biaya hidup yang tinggi di negara mini ini. Akomodasi serta harga makanan di sini jelas jauh lebih mahal dibandingkan di Indonesia. Oleh sebab itu, jika kamu berencana berwisata di Singapura, jangan kaget jika Rupiah yang kamu anggap banyak di Indonesia mungkin berubah menjadi sedikit setelah menjadi Dolar Singapura.

Kesimpulan

Menguak seluk beluk mata uang Singapura akan menghindarkan kamu dari kejadian tidak menyenangkan ketika kamu ada di negara ini. Dengan mengetahui pecahan Dolar Singapura terkini dengan jelas, kamu tidak akan mudah tertipu. Kamu juga akan bisa mengantisipasi pecahan berapa saja yang harus disiapkan dengan menyesuaikan destinasi kamu di Singapura. 

Berita Menarik Lainnya
Disneyland Tokyo : Taman Bermain Keluarga Paling Hits di Jepang