Tidak Sulit Kok Memperpanjang Paspor, Berikut Cara Dan Biaya Yang Harus Kamu Bayarkan

Tidak Sulit Kok Memperpanjang Paspor, Berikut Cara Dan Biaya Yang Harus Kamu Bayarkan

Last updated:

Seperti diketahui, paspor memiliki masa berlaku selama 5 tahun. Setelahnya paspor harus diperpanjang untuk dapat digunakan bepergian keluar negeri kembali. Banyak yang informasi berbelit seputar pengurusan paspor. Padahal memperpanjang paspor itu tidak sulit lho. Cukup dengan melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan, datang ke kantor imigrasi dan melakukan pembayaran administrasi, proses perpanjangan paspor dapat dilakukan dengan mudahnya. 

Persyaratan

Kementerian Hukum dan HAM kini mempermudah proses perpanjangan paspor, dengan membuat syarat perpanjangan paspor menjadi lebih simpel. Apa saja  persyaratannya? Yuk, kita simak satu persatu. 

Terbit Setelah Tahun 2009

  1. Paspor lama yang sudah hampir habis masa berlakunya. 
  2. KTP elektronik asli beserta fotokopinya. 
  3. Surat Keterangan dari Dinas Pencatatan Sipil (bagi yang e-KTP nya masih dalam proses pengurusan). 

Persyaratan tersebut berlaku untuk perpanjangan paspor yang terbit pada tahun 2009 atau setelahnya. Sedangkan untuk paspor yang terbit sebelum tahun 2009, berlaku persyaratan yang berbeda seperti dibawah ini:

Terbit Sebelum tahun 2009

  1. KTP asli beserta fotokopi.
  2. KK (Kartu Keluarga) asli beserta fotokopi.
  3. Akta kelahiran/ijazah/surat nikah/surat baptis dengan fotokopinya. 
  4. Bagi Orang Asing diwajibkan untuk membawa surat pewarganegaraan Indonesia. 
  5. Membuat surat penetapan penggantian nama yang diterbitkan oleh pejabat berwenang, bagi yang melakukan penggantian nama. 
  6. Paspor lama.

Persyaratan perpanjangan paspor yang terbit sebelum tahun 2009 memang hampir sama dengan persyaratan pembuatan paspor baru saat ini. 

Baca Juga :  Daftar Negara Bebas Visa untuk WNI Pemegang Paspor Indonesia tahun 2019

Sisa Masa Berlaku Paspor

Beberapa orang terkadang lalai memperhatikan masa berlaku paspor, terlebih untuk mereka yang jarang bepergian ke luar Negeri. Padahal seharusnya paspor diperpanjang maksimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis. Hal ini dikarenakan beberapa negara mensyaratkan pendatang memiliki paspor dengan masa berlaku paling sedikit tersisa 6 bulan. Proses perpanjangannya pun akan jauh lebih mudah dibanding proses penggantian. 

Sejauh ini, proses perpanjangan paspor hanya bisa dilakukan di kantor imigrasi. Oleh karena itu, pastikan Anda datang ke kantor imigrasi dengan membawa semua kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. Sebelum datang ke kantor imigrasi terdekat, jangan lupa untuk mengurus nomor antrian perpanjangan paspor melalui aplikasi paspor online atau melalui situs resmi Dirjen Imigrasi antrian.imigrasi.go.id

Prosedur

Setelah mendapatkan nomor antrian dan datang ke kantor imigrasi, Anda harus melakukan tahapan prosedur berikut:

  1. Ambil formulir aplikasi data perpanjangan paspor yang sudah disediakan di loket. 
  2. Untuk paspor yang terbit di bawah tahun 2009, biasanya akan diminta mengisi formulir dan melampirkan semua kelengkapan dokumen. Sedangkan untuk paspor yang terbit dari tahun 2009 ke atas, hanya perlu menyerahkan paspor lama dan menyerahkan fotokopi e-KTP untuk proses perpanjangannya. 
  3. Petugas kemudian akan melakukan wawancara, pengambilan foto dan sidik jari. 
  4. Setelah proses tersebut selesai, kamu akan diberikan tanda terima dan kode bayar untuk melakukan pembayaran administrasi. 
  5. Pastikan untuk langsung melakukan proses pembayaran setelah selesai melakukan wawancara karena pembayaran hanya bisa dilakukan maksimal sampai 7 hari setelah proses wawancara. 
  6. Paspor biasanya akan selesai dalam 5 hari kerja (setelah proses pembayaran administrasi selesai. Untuk paspor elektronik biasanya akan selesai setelah 10 hari kerja. 

Biaya Perpanjangan Paspor

Biaya perpanjangan paspor sama dengan biaya pembuatan atau penggantian paspor baru. Untuk paspor biasa atau paspor fisik dikenakan biaya sebesar Rp 355.000,- sedangkan untuk paspor elektronik dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 655.000,-

Baca Juga :  Dear Parents, Berikut Cara Membuat Paspor Anak yang Lengkap dan Akurat
Jenis PasporBiaya
Paspor FisikRp 355.000
Paspor ElektronikRp 655.000

Antrian Elektronik

Sudah dijelaskan sebelumnya, agar kamu mengambil antrian elektronik terlebih dahulu sebelum datang ke kantor imigrasi langsung melalui aplikasi paspor online atau situs resmi Dirjen Imigrasi. Hal ini akan sangat memudahkan dibanding mengambil antrian setelah sampai di kantor imigrasi. Melalui aplikasi paspor online, kamu bisa mengatur jam kedatangan sesuai yang diinginkan. Jika mengambil antrian langsung, sudah dipastikan kamu harus datang pagi-pagi agar tidak kehabisan antrian. 

Antrian Online

Untuk mengambil antrian secara online, tentu kamu harus terlebih dahulu mendownload aplikasi paspor online. Buat akun dengan mengisikan identitas diri secara lengkap (pastikan isian data sesuai dengan yang tertera pada dokumen resmi). Setelah memiliki akun, kamu tinggal mengambil antrian dengan mengisi tanggal dan jam kedatangan. Sekedar informasi, jam kedatangan yang tertera pada aplikasi bukanlah jam yang bisa diatur secara rinci. Kamu hanya bisa memilih jam kedatangan pagi atau siang. 

Jika tidak ingin kerepotan mendownload aplikasi, kamu juga bisa mendapatkan nomor antrian online cukup dengan mengunjungi website resmi Dirjen imigrasi. Kunjungi imigrasi go id atau antrian.imigrasi go id untuk mendapatkan antrian melalui situs web. 

Antrian Online Melalui Whatsapp

Dirjen imigrasi juga menyediakan pengambilan antrian online melalui pesan instan whatsapp untuk di beberapa daerah. Berikut ini beberapa daerah yang memiliki layanan nomor antrian melalui whatsapp:

  1. Kantor imigrasi Jakarta Pusat dengan nomor 0812 9900 4406, format pesan yang harus diisi: #Nama#Tanggal lahir #Tanggal kedatangan.
  2. Kantor imigrasi Tangerang dengan nomor 0811 8119 000, format pesan yang harus diisi: #Nama#Tanggal bulan tahun lahir#Tanggal layanan.
  3. Kantor imigrasi Bogor dengan nomor 0811 1100 333, format pesan yang harus diisi: #Nama#Tanggal lahir#Tanggal kedatangan. 
  4. Kantor imigrasi Batam dengan nomor 0822 8886 2017, format pesan yang harus diisi: #Nama#Tanggal lahir#Alamat+foto e-KTP.
Baca Juga :  Cara Membuat SIM Internasional dan Paspor Kendaraan Agar bisa Nyetir di Luar Negeri

Beberapa orang beranggapan jika tidak ada perpanjangan paspor, karena nomor paspor yang terdapat pada paspor baru setelah perpanjang berbeda. Meskipun nomor paspor setelah perpanjang berbeda, tetap ada data record yang dimiliki Dirjen Imigrasi. 

Tanya Jawab

Apakah bisa mengupgrade paspor 24 halaman menjadi 48 halaman pada saat perpanjang?

Jawabannya adalah bisa. Pada formulir perpanjangan paspor, terdapat ceklis paspor yang hendak diurus. Kamu bisa mengupgrade paspor 24 halaman menjadi 48 halaman dan paspor 48 halaman menjadi paspor elektronik. Biaya perpanjangannya tentu akan menyesuaikan dengan paspor baru yang diperpanjang.

Saat paspor sudah lewat kadaluarsa, apakah paspor tersebut masih diperpanjang atau harus dibuat baru?

Paspor kadaluarsa masih tetap bisa diperpanjang dengan melengkapi persyaratan yang sama dengan perpanjang paspor biasa. Jangan lupa untuk menyertakan paspor lama sebagai dokumen kelengkapan. Ketika paspor hilang, maka yang dilakukan adalah penggantian paspor bukan perpanjangan. Persyaratan yang harus dibawa sama seperti ketika membuat paspor baru dengan menyertakan bukti lapor kehilangan dari kepolisian setempat. 

Kesimpulan

Memperpanjang paspor itu tidak sulit kok. Selama kamu mengetahui prosedur yang tepat maka kamu tidak akan kebingungan ataupun harus kerepotan mengantri di kantor imigrasi sejak dini hari. Dewasa ini seluruh layanan birokrasi jauh lebih dipermudah dengan persyaratan dan sistem yang simpel. Keterbukaan informasi pun semakin dipermudah. Kini bisa dilihat, tidak banyak lagi calo-calo paspor yang menunggu di depan kantor imigrasi. Kamu dapat mengurus semuanya sendiri dengan mudah, cepat dan nyaman. 

Berita Menarik Lainnya
Nakamise Street Asakusa : Belanja di Pusat Pertokoan Tertua di Jepang
Nakamise Street Asakusa : Belanja di Pusat Pertokoan Tertua di Jepang