Perbedaan Paspor 24 Halaman dengan 48 Halaman

Perbedaan Paspor 24 Halaman dengan 48 Halaman

Traveling atau berwisata melakukan perjalanan ke banyak negara memang kegiatan yang sangat menyenangkan. Banyak orang berharap bisa menginjakkan kakinya di Perancis, Italia, Amerika, atau Inggris. Melihat menara miring Pisa atau patung Liberty dengan mata kepala sendiri di tempat asalnya tentu akan menjadi pengalaman tak terlupakan.

Melanglang buana ke negeri orang tentunya tak dapat terlaksana tanpa persiapan yang matang. Persiapan finansial, fisik, dan persiapan dokumen yang lengkap dibutuhkan agar kamu bisa dengan aman dan nyaman berwisata ke luar negeri. Paspor merupakan salah satu dokumen wajib yang harus kamu miliki jika kamu hendak pergi ke negeri orang.

Urusan paspor berada di bawah kewenangan pihak imigrasi. Jadi, pastikan kamu pergi ke kantor imigrasi terdekat untuk mengurus dokumen yang satu ini jika ingin ke luar negeri. Tanpa paspor, kamu dijamin tidak akan bisa menghirup udara di negara-negara lain di berbagai belahan dunia.

Bisa dibilang, paspor merupakan salah satu kunci utama untuk pergi ke luar negeri. Bagi kamu yang akan melakukan perjalanan jauh tersebut, ada baiknya kamu menyimak ulasan di bawah ini. Ulasan ini juga dapat bermanfaat bagi kamu yang sudah ambil ancang-ancang untuk pergi ke kantor imigrasi esok hari.

Apa Bedanya Paspor 24 Halaman dan 48 Halaman?

Paspor merupakan buku kecil yang menjadi nyawa kamu untuk terbang ke luar negeri. Buku hijau ini memiliki lambang burung garuda di halaman paling luarnya. Dokumen yang satu ini tentunya hanya bisa dikeluarkan oleh pejabat dari lembaga atau departemen yang berwenang mengurus urusan tersebut. Dalam hal ini, direktorat imigrasi membawahi segala urusan yang berkaitan dengan buku mungil ini.

Baca Juga :  Siapa Bilang Mengganti Paspor Hilang Itu Ribet? Begini Caranya

Paspor berisi data pribadi seseorang. Jika kamu memiliki paspor, maka di dalamnya akan ada foto, nama, alamat, kebangsaan dan tanda tangan kamu. Selain itu, ada pula daftar negara yang bisa dan tidak bisa kamu kunjungi tanpa menggunakan visa.

Terdapat 2 jenis paspor yang berlaku di negeri ini. Paspor tersebut yakni paspor dengan 24 halaman dan 48 halaman di dalamnya. Lantas, apa bedanya kedua jenis paspor yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Imigrasi ini?

Hal yang paling jelas terlihat yaitu bentuk fisik paspor tersebut. Dari namanya saja, kamu sudah bisa mengindikasikan letak perbedaan tersebut, bukan? Ya, perbedaan utamanya yaitu jumlah halaman dari paspor. Paspor 48 halaman tentunya memiliki jumlah lembaran 2 kali lipat lebih banyak dari paspor 24 halaman.

Banyaknya lembaran ini menentukan sebanyak apa negara yang bisa kamu kunjungi. Paspor 24 halaman dapat kamu pilih jika frekuensi mengunjungi negara di luar negeri sangat sedikit. Misalnya, kamu ke luar negeri karena ingin umrah, terdesak harus berobat, atau keperluan rapat saja.

Jika intensitas bepergian kamu sangat tinggi, tentunya paspor 48 halaman lebih bisa kamu andalkan. Dengan seringnya kamu melanglang buana ke negara lain, besar kemungkinan paspor kamu akan habis sebelum masa berlakunya hangus jika kamu menggunakan paspor 24 halaman. Jika demikian, kamu tentu harus pergi ke kantor imigrasi lagi.

Selain itu, perbedaan lain antara paspor 24 halaman dengan paspor 48 halaman terletak di tarif PNBP (Penerimaan Barang Bukan Pajak). Paspor 48 halaman di patok dengan tarif yang lebih mahal, yaitu Rp 300.000,-. Sementara tarif paspor 24 halaman jauh lebih murah, yaitu hanya Rp 100.000,- saja. Proses pengurusan paspor ini bervariasi antara 3 hingga 7 hari tergantung masing-masing kantor imigrasi.

Selain 2 hal tersebut di atas, pihak imigrasi meyakinkan bahwa tidak ada perbedaan lainnya. Dulu, memang terdapat 1 perbedaan lagi antara 2 jenis paspor ini. Hal tersebut berkaitan dengan masa berlaku paspor. Paspor 24 halaman memiliki masa berlaku 3 tahun. Sedangkan, paspor 48 halaman dapat berlaku hingga 5 tahun. Namun, setelah peraturan terbaru di tahun 2010 muncul, kini masa berlaku kedua paspor disamakan, yaitu 5 tahun.

Baca Juga :  Cara Membuat SIM Internasional dan Paspor Kendaraan Agar bisa Nyetir di Luar Negeri

Mitos dan Fakta Paspor 24 Halaman

Pihak imigrasi memang sudah sering kali mengeluarkan penjelasan mengenai perbedaan paspor 24 halaman dengan 48 halaman. Namun, masih banyak rumor yang beredar di masyarakat mengenai berita miring paspor 24 halaman. Apa sajakah rumor tersebut?

Paspor 24 halaman adalah paspor khusus TKI

Hal ini adalah mitos belaka. Memang benar, kebanyakan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) menggunakan paspor 24 halaman untuk pergi bekerja di luar negeri. Tapi, bukan berarti paspor jenis ini khusus hanya dapat digunakan oleh para TKI saja. Siapapun yang ingin bepergian namun dengan intensitas dan frekuensi yang rendah dapat menggunakan paspor ini.

Faktanya, pihak imigrasi menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan dalam hal ini. Derajat serta fungsi paspor 24 halaman pun sama dengan paspor 48 halaman. Hanya saja, label paspor 24 halaman sebagai paspor para buruh migran sudah sangat melekat dan menimbulkan efek psikis bagi para calon pembuat paspor.

Paspor 24 halaman tidak bisa digunakan di beberapa negara

Benar adanya bahwa beberapa negara memang menolak paspor 24 halaman. Negara-negara seperti Malaysia, Arab Saudi, Australia, Amerika, dan beberapa negara Eropa lainnya pernah dikabarkan menolak pengajuan visa WNI yang memiliki paspor 24 halaman. Hal ini merupakan imbas dari pamor paspor 24 halaman sebagai paspor TKI.

Pihak imigrasi mengaku sudah memberikan edaran kepada kedutaan – kedutaan besar negara lain mengenai posisi paspor 24 halaman ini. Namun, label paspor 24 halaman yang terlalu melekat menjadikan hal ini sebagai kendala yang cukup sulit. Sehingga perlakuan berbeda hingga penolakan pengajuan visa di beberapa negara memang kerap terjadi.

Proses membuat paspor 24 halaman dipersulit

Berita mengenai proses pembuatan paspor 24 yang dipersulit merupakan mitos. Beberapa orang mengaku diarahkan oleh petugas imigrasi untuk membuat paspor 48 halaman ketika mereka berniat membuat paspor jenis satunya. Pihak imigrasi mengatakan bahwa arahan ini semata demi menghindari pembuat paspor mengalami kesulitan pengajuan visa atau kendala lain di negara tujuan mereka nantinya.

Baca Juga :  Daftar Negara Bebas Visa untuk WNI Pemegang Paspor Indonesia tahun 2019

Rupanya, arahan ini terkadang disalahartikan oleh pembuat paspor sebagai proses yang mempersulit. Padahal, sudah cukup banyak bukti yang menunjukkan bahwa pemegang paspor 24 halaman yang hendak berwisata terhalang oleh pengajuan visa di beberapa negara. Dengan membuat paspor 48 halaman, kendala tersebut tentunya dapat dihindari. 

Biaya Tambahan Membuat Paspor

Jika kamu membuat paspor 24 halaman ataupun paspor 48 halaman jangan kaget jika kamu dikenakan biaya tambahan. Biaya paspor 24 halaman sejumlah Rp 100.000,- dan Rp 300.000,- untuk paspor 48 halaman hanya merupakan biaya buku saja. Jumlah tersebut belum termasuk biaya tambahan untuk pengolahan data sejumlah Rp 55.000,-.

Ketika kamu membuat paspor, kamu akan diminta untuk foto diri serta melakukan rekam sidik jari di kantor imigrasi. Hal tersebut merupakan bagian dari pengolahan data biometrik. Hal ini dilakukan agar paspor kamu tidak dipalsukan oleh orang lain. Biaya tambahan yang dimaksud adalah biaya untuk hal tersebut.

Kesimpulan

Jika kamu sudah memiliki rencana untuk berkunjung ke beberapa negara dengan destinasi wisata yang menarik, segera siapkan paspor kamu. Jangan sampai kamu lupa mengurus dokumen penting yang satu ini ya. Pilih paspor jenis apa yang dapat menunjang liburanmu dengan baik dan nyaman. Pertimbangkan dengan baik paspor mana yang akan kamu buat, paspor 24 halaman ataukah paspor 48 halaman.

Berita Menarik Lainnya
Perbedaan Paspor 24 Halaman dengan 48 Halaman
Panduan Wisata Singapura : Surga Belanja Dengan Atraksi Spektakuler