Dear Parents, Berikut Cara Membuat Paspor Anak yang Lengkap dan Akurat

Dear Parents, Berikut Cara Membuat Paspor Anak yang Lengkap dan Akurat

Last updated:

Demam travelling sedang melanda seluruh dunia saat ini. Jika dilihat di setiap sosmed, pasti membagikan kebahagian saat travelling, terlebih bersama keluarga. Memang jalan – jalan sekarang bisa dilakukan dengan mudah karena akses transportasi. Bahkan, untuk keluar negeri pun juga tidak menjadi angan – angan saja. Pasalnya, sudah banyak tiket promo yang diberikan oleh maskapai penerbangan untuk jalan – jalan ke luar negeri. 

Salah satu syarat untuk pergi ke luar negeri adalah paspor. Nah, untuk membuat paspor sendiri membutuhkan KTP atau identitas diri. Namun, bagaimana dengan anak – anak yang notabennya tidak memiliki KTP? Sebenarnya untuk membuat paspor untuk anak tidak terlalu rumit. Semuanya bisa dilakukan di Kantor Imigrasi. Cukup dampingi saja anak – anak Anda saat pembuatan paspor. Nah, berikut ini cara mudah membuat paspor untuk anak Anda. 

Kenali persyaratannya

Sama seperti kebanyakan membuat paspor umumnya ada beberapa syarat untuk dibawa saat pengajuan di Kantor Imigrasi. Begitupun juga membuat paspor untuk anak. Jika paspor orang dewasa hanya membutuhkan KK, Akte dan KTP, untuk syarat paspor anak lebih komplit. Beberapa syarat yang harus dibawa saat membuat paspor anak adalah sebagai berikut ini. 

  • Akta kelahiran atau surat baptis yang asli dan copy
  • KTP kedua orang tua yang asli dan copy
  • Kartu keluarga yang mencantumkan nama asli anak yang asli dan copy
  • Buku nikah atau akta nikah kedua orang tua
  • Paspor orang tua
  • Materai Rp. 6000 guna menandatangani surat pernyataan orang tua.

Untuk anak yang ingin melakukan perjalanan sendiri ke luar negeri tanpa dampingan orang tua, mungkin untuk study tour. Maka syarat yang diperlukan adalah sebagai berikut ini.

  • KTP orang tua atau surat keterangan pindah ke luar negeri. 
  • KTP orang yang akan membawanya ke luar negeri. 
  • Paspor orang yang akan membawa ke luar negeri. 
  • Buku nikah atau akta perkawinan orang tua. 
  • Surat pernyataan orang tua yang mengizinkan anak untuk mendapatkan paspor untuk ke luar negeri bersama orang lain dan ditandatangani di atas materai Rp. 6000.
  • Surat pernyataan dari orang yang akan membawa anak yang bertanggung jawab akan anak dan paspor yang dimiliki dari keberangkatan hingga pulang kembali ke Indonesia. 
Baca Juga :  Panduan Mengajukan Visa Thailand dan Syarat Lengkap Serta Biaya

Perlu diketahui bahwa segala syarat yang difotocopy harus dalam ukuran A4 dan tidak dipotong. Jadinya fotocopy KTP harus sebesar setengah A4 untuk bolak balik. Hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kalau orang tua bercerai? 

Untuk orang tua yang bercerai harus menyertakan akta perceraian dan surat hak asuh. Sedangkan untuk KTP orang tua berdasarkan hak asuh dari anak tersebut. Jadi, kalau hak asuh berada di tangan ibunya, maka KTP ibunya yang harus disertakan, begitu juga sebaliknya. 

Sedangkan untuk anak yang berasal dari pernikahan siri atau tidak memiliki bukti nikah tetap bisa membuat paspor. Hanya saja, sang anak harus memiliki akta kelahiran terlebih dahulu dan memiliki rekomendasi dari Catatan Sipil. 

Daftar antrian online

Apabila persyaratan sudah terpenuhi dan lengkap, sudah saatnya untuk mendaftarkan antrian dalam pembuatan paspor anak. Untuk mendaftar antrian bisa dilakukan dengan tiga cara, yakni dari situs resmi imigrasi, whatsapp dan aplikasi Layanan Paspor Online untuk pengguna Android.

Untuk mendaftar antrian online bisa menggunakan akun orang tua. Jangan lupa juga untuk menyertakan nama anak sesuai dengan dokumen yang ada. Untuk pemilihan tanggalnya, lebih baik jangan terlalu dekat dengan keberangkatan. Jadi kalau ada hal yang kurang bisa diperbaiki. Untuk pembuatan paspor setidaknya 3 bulan sebelum keberangkatan.

Ajak anak ke Kantor Imigrasi

Setelah mendaftar antrian online, maka Anda akan mendapatkan barcode atau pin. Simpan pin atau barcode tersebut untuk ditunjukan pada petugas nantinya. Hal yang penting diingat adalah kedua orang tua harus datang ke Kantor Imigrasi untuk menandatangani surat pernyataan nantinya. Anda bisa datang di siang harus, sebab di pagi hari biasanya lebih ramai. 

Baca Juga :  Daftar Negara Bebas Visa untuk WNI Pemegang Paspor Indonesia tahun 2019

Selain itu, buat anak Anda mengenakan pakaian berkerah selain warna putih karena background fotonya berwarna putih nantinya. Tidak ketinggalan untuk membawa pulpen hitam untuk mempermudah proses pengisian nantinya. 

Sebenarnya untuk masalah antrian, Anda tidak perlu mengantri online. Pasalnya, pihak imigrasi sendiri memiliki antrian prioritas untuk anak. Dengan begitu, akan lebih cepat dalam proses pembuatannya. Tetapi antri online juga tak masalah untuk jaga – jaga. 

Untuk masalah antrian agar anak tidak bosan, jangan lupa untuk membawa camilan atau mainan anak. Dengan begitu, anak tidak rewel karena antrian. 

Ikuti prosedur: serahkan berkas, isi formulir dan surat pernyataan 

Langkah selanjutnya adalah menyerahkan segala berkas yang dibutuhkan dalam membuat paspor anak. Selanjutnya, Anda akan diminta mengisi formulir data anak dan surat pernyataan orang tua. Kalau sudah lengkap tinggal menunggu untuk dipanggil wawancara dan foto.

Tantangan sebenarnya: wawancara dan sesi foto

Selain berkas yang membedakan cara pembuatan paspor anak dan orang dewasa, hal lainnya adalah dampingan saat wawancara paspor. Untuk sesi wawancara, anak atau bayi wajib untuk didampingi oleh orang tua. Tidak perlu khawatir, pertanyaan yang diajukan tidak terlalu sulit. Mungkin hanya tujuan pembuatan, pergi kemana dan dengan siapa.

Setelah sesi wawancara adalah sesi foto yang menjadi tantangan tersendiri. Untuk anak yang sudah agak besar tidak masalah dengan hal ini, sedangkan untuk bayi mungkin akan kesusahan. Sedangkan untuk bayi akan lebih repot. Inilah peranan orang tua. Jika perlu bawa mainan kesukaan anak untuk menarik perhatian agar anak menghadap ke kamera. 

Untuk pembuatan paspor elektronik, biasanya akan ada pengambilan data biometrik oleh petugas. Setelah semuanya selesai, maka orang tua akan diberikan lembaran pengambilan paspor.

Baca Juga :  Cara Membuat SIM Internasional dan Paspor Kendaraan Agar bisa Nyetir di Luar Negeri

Waktunya membayar biaya pembuatan paspor anak

Setelah semua urusan dalam membuat paspor anak sudah selesai, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran. Untuk masalah pembayaran bisa dilakukan via bank yang telah ditunjuk oleh pihak imigrasi. Anda bisa bertanya bagaimana cara melakukan pembayaran, baik via ATM atau transfer bank.

Untuk Anda yang melakukan pembayaran melalui transfer bank, jangan lupa untuk meminta bukti permohonan paspor anak dari petugas. Sedangkan untuk Anda yang membayar via ATM, bisa langsung memasukan kode pembayaran yang diberikan saat melakukan permohonan untuk membuat paspor.

Untuk biayanya sendiri sebenarnya sama, yakni Rp 155.000 untuk paspor 24 halaman dan Rp. 355.000 untuk paspor 48 halaman. Sedangkan, paspor elektronik 48 halaman Rp. 655.000. Simpan bukti pembayaran untuk waktu pengambilan nantinya. 

Waktunya pengambilan 

Untuk pengambilan biasanya Anda sudah diberitahu oleh pihak imigrasi kapan waktu untuk pengambilan paspor. Pada waktu pengambilan bawa surat pengambilan dan bukti pembayaran. Nah, paspor si kecil sudah jadi dan siap untuk travelling ke luar negeri. 

Kesimpulan

Di akhir artikel mungkin anda akan berpikir bahwa prosedurnya akan menjadi rumit, namun sesungguhnya pemerintah telah berusaha memudahkan proses pembuatan paspor anak sebisa mungkin. Anda bisa mendaftar via online atau whatsapp demi untuk kenyamanan anak anda ketika di kantor imigrasi dan tidak menunggu terlalu lama. Semoga informasi ini dapat berguna dan membantu anda untuk membuat paspor anak anda.

Berita Menarik Lainnya
Cicipi Makanan Singapura yang Unik dan Autentik
Trips Berikutnya, Pilih Koper atau Ransel? Kami Bantu Kamu Memilih Yang Terbaik
error: Kontent dilindungi !!