Menyusuri Sungai Singapura yang Bersih dan Menarik Minat Wisatawan Mancanegara

Menyusuri Sungai Singapura yang Bersih dan Menarik Minat Wisatawan Mancanegara

Singapura bisa dibilang merupakan salah satu negara termaju di Asia dan bahkan dunia. Luas negaranya yang tidak terlalu besar bukanlah penghalang bagi negara ini untuk terus melesat maju. Terlihat dari tata kota, sektor ekonomi, dan sektor wisata, negara ini membuktikan pada dunia bahwa mereka memiliki sumber daya yang mumpuni.

Negara singa ini tak mungkin menyerap banyak wisatawan asing jika negaranya tidak indah dan nyaman. Kemajuan negara ini tercermin dari sangat tertatanya sudut-sudut kota, pun dengan sungainya. Sungai Singapura memegang peranan penting dalam kemajuan negara ini. Bagaimana bisa? Berikut ulasannya.

Sungai Singapura: Pusat Kehidupan Singapura

Ketika menyebut nama ‘Sungai Singapura’ maka tak lain dan tak bukan sungai yang di maksud adalah Sungai Singapura. Negara ini sebenarnya memiliki sekitar 40 jumlah sungai. Namun, sungai terbesar di negara ini disebut Sungai Singapura.

Sungai ini sangat harum namanya di kalangan warga asli Singapura. Bukan hanya karena ukurannya yang terbesar, namun sungai ini juga mencetak nilai sejarah yang sangat kuat bagi warga Singapura. Sungai sepanjang 3.2 kilometer ini merupakan awal dimulainya peradaban Singapura.

Dahulu kala pada abad pertengahan, di sepanjang sisi sungai ini merupakan perkampungan nelayan. Namun, perkampungan ini menjelma menjadi pusat perniagaan dunia segera setelah Sir Thomas Stamford Raffles melakukan perjalanan ke sini pada awal 1819. Raffles melihat wilayah ini sebagai wilayah yang strategis. Maka, pembangunan pun dimulai. Kawasan ini yang dulunya hanya rawa-rawa lantas berubah menjadi sebuah pelabuhan yang maju.

Baca Juga :  Gardens By The Bay Singapura Keajaiban Dunia Botani di Negeri Singa Putih

Banyak kapal-kapal dunia melewati wilayah ini. Sektor ekonomi dan peradaban pun lantas sangat berkembang di sini. Berbagai industri tumbuh subur di sepanjang sisi sungai. Pembangunan yang berpusat di sepanjang sungai ini tetap dipertahankan sampai Singapura merdeka di tahun 1965.

Proses Pembersihan Sungai

Kemajuan peradaban yang pesat di sisi sungai sayangnya memiliki efek pada lingkungan. Urbanisasi yang pesat dan meluasnya jalur perdagangan berimbas pada sungai yang mengaliri wilayah ini. Sungai tersebut menjadi kotor oleh limbah organik, limbah industri, serta tumpahan minyak kapal. Wilayah sepanjang sungai pun tampak kumuh.

Pada tahun 1977, perdana menteri Singapura saat itu, Lee Kuan Yew, akhirnya menggalakkan program pembersihan sungai. Kampanye ini bertujuan untuk mengembalikan daya tarik Sungai Singapura. Beliau menargetkan bahwa dalam 10 tahun warga Singapura harus sudah bisa memancing di sungai tersebut.

Program pembersihan sungai ini bukan hanya memakan waktu yang cukup lama. Tapi, program ini pun menghabiskan dana yang tidak sedikit. Untuk membuat Sungai Singapura cantik dan berfungsi baik, pemerintah negeri ini menghabiskan biaya sekitar 170 juta dolar.

Pembersihan sungai tersebut merupakan relokasi besar-besaran di Singapura. Ribuan penghuni liar di sepanjang sungai ditertibkan. Begitu juga dengan para pedagang kaki lima dan pedagang sayur. Selain itu, lumpur sungai yang menyebabkan bau busuk juga dikeruk. Puing-puing dan sampah pun turut dibersihkan.

Sungai Singapura Masa Kini

Semua perjuangan dan pengorbanan dalam pembersihan sungai terbesar di Singapura tersebut tidak sia-sia. Pada tahun 1987, Sungai Singapura terlahir kembali sebagai sungai yang baru dengan nilai sejarah yang tetap melekat. Sungai itu kini bahkan menjadi salah satu tujuan wisata para wisatawan mancanegara.

Baca Juga :  Genting Highland : Refreshing Seru di Dataran Tinggi Genting Malaysia

Kini, kamu dapat menyusuri Sungai Singapura dengan menggunakan perahu kayu atau bumboat. Di atas perahu, pemandu wisata akan menceritakan sejarah lengkap peradaban di sepanjang Sungai Singapura. Cara yang asik untuk belajar sejarah, bukan?

Perjalanan menggunakan perahu kayu tersebut akan melewati 4 wilayah yaitu Robertson Quay, Clarke Quay, Boat Quay, dan Marina Bay. Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhkan pemandangan bangunan khas era kolonial Inggris. Ya, Singapura memang mempertahankan bangunan tua yang dahulu pernah berdiri kokoh di sepanjang sungai tersebut.

Tak hanya bangunan dengan gaya arsitektur Eropa, kamu juga akan menjumpai beberapa jembatan yang dibangun di era Sir Raffles. Selain itu, terdapat juga beberapa patung yang mencerminkan kehidupan masyarakat pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda tersebut. Semua hal tersebut hadir untuk mengenang kejadian pada masa lampau di Sungai Singapura. 

Berita Menarik Lainnya
Menyusuri Sungai Singapura yang Bersih dan Menarik Minat Wisatawan Mancanegara
Menyaksikan Ladyboy Thailand dari dekat di Alcazar Show Pattaya
error: Kontent dilindungi !!