Menyambut Natal dan Tahun Baru Bersalju di Tokyo Tower Jepang

Menyambut Natal dan Tahun Baru Bersalju di Tokyo Tower Jepang

Last updated:

Jika Negara Perancis memiliki Menara Eifel maka Jepang juga tak mau kalah lho, ada sebuah tempat wisata yang juga difungsikan sebagai menara komunikasi, dan observasi yaitu Tokyo Tower. Jika kamu datang untuk menghabiskan liburan di bulan desember natal dan tahun baru maka Tokyo Towerlah spot wisata yang cocok.

Sejarah Tokyo Tower

Menyambut Natal dan Tahun Baru Bersalju di Tokyo Tower Jepang
Logo Tokyo Tower

Jika kamu tahu sejarahnya menara ini tentunya akan sangat takjub sekali karena dengan ketinggian lebih dari 30 meter bisa melihat keseluruhan view Jepang, bahkan Gunung Fuji yang sangat gagah. Menara ini ada dua bagian, bagian pertama setinggi 150 meter dan bagian kedua setinggi 250 meter. Untuk bagian pertama memanglah banyak yang mengunjungi karena ingin menyaksikan keindahan potensi alam Negara Jepang. Warna hoki yang dipasang untuk menara ini adalah merah dan putih, mirip dengan warna bendera Negara Jepang ya? dasarnya putih dengan warna bulat merah bagian tengahnya. Menara ini sekarang menjadi potensi perfilman tidak hanya untuk negara Jepang saja, bahkan jika saat kamu datang dengan keberuntungan maka akan menemukan artis luar negeri yang sedang syuting film di sana.

Data Fakta Tokyo Tower

Negara : Jepang

Kota : Tokyo

Alamat :  4 Chome-2-8 Shibakoen, Minato City, Tokyo 105-0011, Japan

Nomor Telepon : +81 3-3433-5111

Jenis Wisata : Landmark

Website : https://www.tokyotower.co.jp/

Dibuka : 23 Desember 1958

Tinggi : 333 meter

Fungsi lain dari menara ini adalah untuk memancarkan gelombang radio dan TV ke penjuru Jepang. Jika kamu ingin agak sepi melihat menara ini datanglah pada hari kerja ya?

Menyambut Natal dan Tahun Baru Bersalju di Tokyo Tower Jepang
Ilustrasi Lukisan Tokyo Tower

Menara ini mulanya bernama Nippon Denpato atau Menara Gelombang Radio di Jepang yang dicetus oleh seorang pebisnis dari Jepang bernama Hisakichi Maeda. Maeda membuat tower ini lantaran ingin memperluas komunikasi antara stasiun TV dan radio yang ada di seluruh Jepang agar semua kalangan bisa mendapatkan informasi. Beliau memang menyukai desain yang mirip dengan Menara Eifel ini dan hampir sama namun ada sedikit perbedaan yaitu pada ukuran tower. Untuk Tokyo Tower Jepang ini memiliki tinggi 33,3 meter plus jika antenanya dihitung ya, dan bobot tower ini bekisar 4200 ton. Menara Tokyo ini dibuat pada bulan April tahun 1957 dengan rentang waktu penyelesaian 1 tahun 3 bulan lamanya. Kemudian, Menara Tokyo ini mulai percobaan dibuka untuk umum pada 7 Desember 1958 dan hasilnya banyak orang ingin naik ke tower ini. Sedangkan untuk tanggal peresmian dibuka pada tanggal 23 Desember 1958. Biaya untuk membuat tower ini mencapai angka 2,8 milyar Yuan.

Baca Juga :  10 Baju Tradisional Jepang yang Bisa Kamu Sewa Untuk Pemotretan

Tips dan Triks

  • Jangan terlalu malam : maksimal pukul 21.30 untuk kunjungan karena pukul 22.00 jalan dan akses kereta sudah mulai sepi. Jadwal masuk paling akhir pukul 21.30.
  • Sabtu dan Minggu tes staminamu : karena pada hari hari tersebut Tokyo Tower membuka bagian tangga mereka yang sebanyak 600 anak tangga dan dengan ketinggian 150 meter. Kalau kamu percaya diri dengan kekuatanmu tidak ada salahnya mencoba tantangan ini.
  • Beli souvenir di sini : Tokyo Tower itu untuk orang Jepang seperti Eiffel Towernya Perancis. Landmark ini adalah kebanggaan orang Jepang dan memiliki barang kenang-kenangan dari sini akan membuat pengalamanmu jadi lebih berkesan. Terlebih lagi menurut beberapa orang harga souvenir di sini tidak terlalu mahal dan sangat terjangkau.
  • Kunjungi Top Deck : Untuk melihat pemandangan yang lebih spektakuler dan merasakan pengalaman yang tidak banyak orang rasakan. Di ketinggian 250 meter kamu bisa melihat Gunung Fuji dari jauh dan menyaksikan pemandangan Tokyo yang mempesona.

Keistimewaan Tokyo Tower

  • Lampu berwarna yang menempel pada menara disesuaikan dengan musim yang kala itu sedang turun. Jika musim semi, gugur, dan dingin maka warna lampu orange sedangkan kalau musim panas warna lampu putih. Tidak hanya itu saja, warna lampu indikasi sebuah event yang sedang terjadi, warna biru untuk pameran TV lokal, warna pink untuk even kanker payudara dan sebagainya.
  • Lantai kedua yang tingginya sekitar 200 an meter ini dibuat untuk penyimpanan alat-alat penyiaran selama 10 tahun
  • Lantai pertama yang tingginya sekitar 150 an meter ini dibuat khusus untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan Jepang
  • Bagian bawah wisata Tokyo Tower disediakan bangunan lantai 4, museum dan cafe untuk para pengunjung sambil menikmati alunan musik khas Jepang dan pemandangan indah gunung fuji.
  • Jika malam tiba, kamu naik ke bagian pertama ini akan terpesona dengan cahaya lampu seluruh Jepang yang kerlip kemilau.
  • Pernah dibuat syuting film Mom and I sometimes Dad, Tokyo S.O.S., Detective Conan The Movie 13: The Raven Chaser dan sebagainya
  • Nah, jika kamu berkunjung pada tanggal merah, sabtu dan minggu hanya boleh mencapai menara dengan menggunakan tangga, tidak boleh menggunakan lift.
Baca Juga :  Gardens By The Bay Singapura Keajaiban Dunia Botani di Negeri Singa Putih

Saat masa liburan memang risikonya adalah ramainya area Tower Tokyo, pengunjung dari berbagai negara bisa datang dari pagi hingga malam demi bisa menikmati pemandangan selama waktu yang ditentukan. Jika di Indonesia ada tugu monas maka di Jepang ada Tower Tokyo.

Selain kamu bisa melihat view kota Jepang dari ketinggian menara Tokyo, bisa juga dengan melihat pemandangan lainnya seperti Disney Land, Kuil Sensoji yang ada di Asakusa, pusat perbelanjaan Nakamise di Asakusa yang bisa kamu beli semua aksesoris tentang Jepang seperti busana khas Jepang, gantungan kunci, kipas lipat dan sebagainya, kuil meiji sebagai tempat sembahyang penganut aliran agama Shinto, istana kaisar Tokyo. Masih ada banyak sekali tempat wisata yang dikunjungi baik yang ada di kota Jepang maupun wisata alamnya, namun dari sekian banyak tempat wisata kamu tentunya jangan sampai melewatkan Tokyo Tower untuk melengkapi album foto.

Tour Tokyo Tower

Tokyo Tower memiliki dua bagian utama yang dapat dikunjungi oleh traveler, pertama adalah Main Deck yang telah menjadi favorit pengunjung selama lebih dari 60 tahun dan yang kedua adalah Top Deck yaitu bagian tertinggi Tokyo Tower yang baru dibuka untuk umum pada tahun 2018. Berikut kami terangkan perbedaan kedua bagian tersebut.

Main Deck

Main Deck terletak di ketinggiang 150 meter, di sini kamu bisa menyaksikan pemandangan 360 derajat kota Tokyo. Di ketinggian ini terdapat restoran, kafe dan pertokoan yang menjual souvenir. Banyak pengunjung yang cukup terkejut dengan pilihan souvenir di sini karena ternyata di tempat ini pilihan souvenir sangat beragam dengan harga yang cukup lumayan terjangkau.

Top Deck

Bagian terbaru dari Tokyo Tower yang baru saja diresmikan tahun 2018 ini terletak di ketinggian 250 meter. Di sini terdapat teleskop yang akan membantu pengunjung melihat tokyo lebih baik lagi. Dan jika kamu beruntung kamu dapat melihat Gunung Fuji apabila cuaca sedang tidak berkabut.

Tiket Masuk Tokyo Tower

Tiket masuk ke menara bertinggi 333 meter ini dibagi menjadi dua yaitu tiket main deck dan tiket top deck. Di sini terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan dimana harga tiket Top Deck bisa lebih mahal hingga 3x lipat, namun hal itu cukup wajar karena tiket Top Deck mendapatkan berbagai macam fasilitas dan kemudahan seperti tour guide dan akses untuk menuju ke Main Deck.

Baca Juga :  Asiatique The Riverfront Bangkok : Open Air Mall yang keren di Pinggir Sungai Chao Phraya
UsiaTiket Main Deck Dalam Yen Tiket Top Deck Dalam Yen
Dewasa di atas 14 Tahun¥ 1200¥ 3000
Anak Usia 6-14 Tahun¥ 700¥ 2000
Balita di bawah 3 Tahun¥ 500¥ 1400

Jika kamu ingin menikmati sajian kuliner di dalam menara tentunya masih harus membayar lagi ya karena harga tiket di atas masih belum termasuk dengan harga makanan yang ada di dalamnya.

Rute Perjalanan

Sebagaimana dibuat, menara tokyo ini dibuat di lapangan yang strategis dan dekat dari area mana saja.

  • Jika kamu dari Metropolitan Subway Oedo Line kemudian turun menuju jurusan Stasiun Akabanebashi, Akabanebashi Gate, lantas kamu berjalan 5 menit menuju Menara Tokyo
  • Jika kamu dari Tokyo Metro Hibiya Line kemudian dilanjutkan ke stasiun Kamiyacho, dan berjalan 7 menit saja menuju tower tokyo.
  • Saat kamu dari Metropolitan Subway Mita Line maka ambil arah ke stasiun Onarimon, dan jalan ke spot wisata Tokyo Tower sekitar 6 menit saja.
  • Jika kamu turun dari Metropolitan Subway Asakusa Line, ambil saja arah Stasiun Daimon dan bisa berjalan 10 menit ke Tokyo Tower.
  • Jika kamu sedang berada di JR line ambil saja rute ke JR Hamamatsucho dan dari sana bisa berjalan sekitar 15 menit menuju Tokyo Tower.

Tanya Jawab

Apakah ada teleskop di atas?

Kalau kamu hanya sampai Main Deck tidak ada, namun kalau kamu sampai di Top Deck di sana terdapat teleskop atau binokular yanh bisa kamu pergunakan untuk melihat Tokyo lebih dekat lagi.

Apakah pengunjung dengan kursi roda dapat dengan mudah keluar masuk Tokyo Tower?

Untuk pengunjung pengguna kursi roda sebenarnya Tokyo Tower memberikan berbagai kemudahan, namun harap dicatat bahwa di sini ada peraturan terkait ukuran dari kursi roda yang digunakan. Tidak disarankan menggunakan kursi roda yang terlalu besar dan pengunjung dengan kursi roda diharuskan ditemani oleh seseorang.

Kesimpulan

Meskipun Jepang dibuat lagi menara yang mirip dengan Tokyo Tower namun keindahan kota Jepang lebih diutamakan dengan adanya menara Tokyo sebagai pemancar dan sekalian untuk destinasi wisata. Datang ke Jepang sambil jalan jalan ke Tokyo Tower dan nikmati sajian kuliner khas Jepang bersama keluarga besar atau pasangan bulan madu.

Berita Menarik Lainnya
11 Oleh-oleh Khas Jepang : Ragam Buah Tangan dari Tokyo Banana hingga Origami
11 Oleh-oleh Khas Jepang : Ragam Buah Tangan dari Tokyo Banana hingga Origami
error: Kontent dilindungi !!